memandikan jenazah korona
ILUSTRASI
yamaha-nmax
memandikan jenazah korona
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM, BANDUNG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat sedang mengkaji tata cara pemandian jenazah korban virus Korona. Hal ini guna mencegah semakin menyebarnya virus Korona.

“Ini memang sedang kami pikirkan. Karena sebelumnya baru soal salat di masjid, jadi baru kepikiran soal pemakaman. Ini nanti nggak bisa dijawab sekarang, besok mau koordinasi dengan Satgas di Jabar ya, termasuk dengan dokter, kalau ada yang meninggal mengurusi jenazah protokolnya seperti apa gitu,” ucap Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar, Minggu (22/3).

Rafani menyatakan proses pemakaman perlu dibahas terhadap yang meninggal positif Korona. Menurut dia, apabila menyolatkan masih bisa diberi jarak 1 meter.

“Kalau menyolatkan sih mungkin gak ada masalah, dalam jarak 50-100 meter bisa, tapi kan kalau memandikan tetap (dekat) ya,” katanya.

Pihaknya menginginkan, petugas kesehatan dapat memberikan edukasi ke masyarakat terlebih orang yang bertugas mengurus jenazah.

Baca Juga  Ini Alasan Singapura Anggap Covid-19 Seperti Flu Biasa

“Jadi mungkin yang terpenting begitu ada yang meninggal, nanti petugas yang mengurusnya diberi ini (penjelasan) dulu oleh petugas kesehatan. Di beri penjelasan dulu, diberi protokol itu seperti apa, mungkin sarung tangannya jelas, terus masker, terus badannya disinfeksi dulu kan, tapi nanti rinciannya baru besok, jadi sekarang masih dikaji,” kata dia.

Sementara itu, pihaknya pun meminta agar masyarakat tidak menolak bila ada warga di wilayahnya yang meninggal karena virus KCorona.

“Kalau imbauan sih belum ya, secara eksplisit belum, tapi kan yang namanya kalau ada orang meninggal kan wajib ya, mengurus jenazah itu. Sekarang kalau nggak ada yang mengurus jenazah kan mau bagaimana itu. Ya jangan (ditolak) lah,” kata Rafani. (rd/net)

Baca Juga  Puskesmas Sosialisasikan Pencegahan Korona

 

Editor : Pebri Mulya