Mundur Karena Cuma Dapat 69.037 KTP

In Politika
munfur dari calon independen
Yurgen Sutarno.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Eks Politikus PSI, Yurgen Sutarno yang sempat mendeklarasikan bersama Reza Zaki bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Depok dari jalur independen,mengungkapkan alasan batal niatnya mengikuti kontestasi Pilkada 2020 dari Jalur perseorangan terlalu sulit.

Kepada Radar Depok, Yurgen menuturkan bahwa timnya tidak cukup mengumpulkan syarat minimal dukungan hingga batas akhir pendaftaran dari jalur independen.

“Karena tidak cukup, harus mengumpulkan minimal 85.107 KTP dan form dukungan. Kami hanya mengumpulkan 69.037 KTP dukungan. Minimal sampai 18 Februari tidak cukup, akhirnya sampaikan ke publik jika kami tidak bisa daftar dari jalur independen,” kata Yurgen kepada Radar Depok, Jumat (28/2).

Ia mengakui, persyaratan untuk jalur independen menyulitkan, dari sisi jumlah dan metode pemberian dukungan. Sebab, dengan minimal 6,5 persen dari daftar pemilih tetap (DPT), di mana Kota Depok lebih dari 1 juta.

Kemudian, pemberian dukungan hanya satu cara, yakni fotocopy KTP ditempel di formulir dan ditandatangani.

“Hal ini menyulitkan juga untuk warga yang Senin-Jumat kerja, sulit mengakses mereka,” paparnya.

Jika ada metode lain, sambung Yurgen, seperti secara online, tentu akan  memudahkan kandidat dari jalur independen. Menurutnya, UU Nomor 10 Tahun 2016 tidak memberikan ruang yang luas bagi bakal calon perseorangan untuk berlaga di Pilkada.

“Kedepan, minimal dukungan perlu direvisi. Menurut saya, perlu diringankan dari sisi jumlah, ” katanya.

Hal ini, lanjut Yurgen, juga untuk mendorong antithesis dari partai politik di satu daerah yang kaderisasinya tidak berjalan maksimal.

“Kenapa tidak didorong dari jalur independen. Tapi, karena persyaratannya sulit dan jadi high cost juga,”  lanjutnya.

Batal nyalon dari independen, Yurgen memutuskan mencoba dari jalur partai dan mulai melakukan komunikasi dengan partai di Kota Depok di pertengahan Februari, meski hanya di level penjajakan.  Sehingga, pihaknya tetap meningkatkan popularitas dan elektabilitas dengan bertemu warga.

“Sambil tetap mengumpulkan KTP sih. Itu kan sebagai bentuk pemberian dukungan. Memang, perlu komunikasi lebih lanjut ke partai. Sebab, masih tiga bulan lagi pendaftarannya,” ungkap Yurgen.

Yurgen menambahkan, dari tiga poros yang terbentuk di Kota Depok, pihaknya intens melakukan komunikasi dengan salah satu poros, seperti membahas kolaborasi, pertukaran gagasan dan lainnya. Namun, ia enggan membeberkan poros yang dimaksud, karena masih terlalu prematur.

“Yang saya jual ke partai itu visi dan misi. Tujuan utamanya adalah mengganti rezim, sehingga okulasi dan gagasannya harus matang, konfigurasinya seperti apa, sedang dibahas,” imbuhnya.

Sebab, program yang diusungnya, tetap bisa diakomodasi partai, baik terkait penanganan sampah, kemacetan dan pembangunan Depok kedepan.

“Yang saya sampaikan itu. Sejauh ini partai-partai yang sudah berkomunikasi sangat terbuka. Bahkan, mereka sudah melihat di media massa dan media sosial. Yang lebih sulitkan bukan hanya gagasan, tapi mereka juga belum menentukan dan belum ada rekomendasi kandidatnya. Dari sisi kami sebenarnya lebih mudah, dari mereka yang masih menunggu rekomendasi dari DPP,” tutupnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

diana dewi donasikan rapid test

Diana Dewi Donasikan 1.000 Alat Rapid Test Buat IDI Depok

DONASI : Diana Dewi, pengusaha asal Kota Depok, kembali mendonasikan sebanyak 1.000 alat rapid test.

Read More...
novi siap advokasi

Novi Buat Lomba Video Aspirasi Penanganan Korona

Novi Anggriani.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Memberikan semangat dan motivasi bagi warga di tengah pandemi Virus Korona

Read More...
PPP depok peduli

Qonita : Sambut Ramadan Tanpa Perdebatan

BANTUAN : Ketua DPC PPP Kota Depok, Qonita Lutfiyah dan Sekretaris DPC PPP Kota Depok,

Read More...

Mobile Sliding Menu