Beranda Metropolis PAD Dari Pengusaha Capai Rp800 M

PAD Dari Pengusaha Capai Rp800 M

0
PAD Dari Pengusaha Capai Rp800 M
Ketua Kadin Kota Depok, Miftah Sunandar.
miftah sunandar pengusaha
Miftah Sunandar.

 


RADARDEPOK.COM, DEPOK –
Pertumbuhan perekonomian di Kota Depok terus meningkat. Peran swasta dirasa sangat mempengaruh.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok, Miftah Sunandar mengatakan, perekonomian di Kota Depok secara pasti terus bergerak maju. Hal tersebut lantaran semakin bertumbuhnya sektor perokonomian, mulai dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), hingga industri properti yang terus berkembang.

“Dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) saja Kota Depok bisa mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sampai Rp300 miliar,” kata Miftah kepada Radar Depok.

Dia mengatakan, untuk semakin meningkatkan perekonomian, dibutuhkan sinergitas antara pengusaha dan pemerintah. Karena menurutnya, sumber PAD merupakan hasil dari pajak yang dibayarkan pengusaha. “Pajak dari anggota Kadin kemarin bisa mencapai Rp800 miliar,” tambahnya.

Lebih lanjut, menurutnya, tren pembayaran nontunai di Kota Sejuta Maulid baru mencakup 40 persen. Salah satu medium transaksi nontunai di Depok menggunakan sistem Quick Response Indonesia Standard (QRIS) yang digagas Bank Indonesia.

“Kami bersama pengusaha dan pemerintah masih terus berupaya menyosialisasikan program QRIS, sambil mengevaluasi pemakaiannya,” ucapnya.

Menurut dia, seharusnya kebijakan nasional yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia didukung oleh seluruh elemen ekonomi. Namun diakuinya, peralihan dari transaksi konvensional ke pembayaran dengan cara yang lebih modern tak bisa langsung 100 persen diterapkan.

“Sebagai contoh seperti awal penggunaan kartu BPJS Kesehatan, untuk beralih tidak bisa spontan,” bebernya.

Dia mengatakan, kebijakan QRIS juga berkesinambungan, seiring dengan munculnya  berbagai dompet digital yang mempermudah setiap proses transaksi keuangan.

“Kami juga mendukung keberadaan dompet digital. Namun kembali lagi sosialisasi harus dilakukan dengan gencar, dalam sebulan kami terus melakukan pengenalan (QRIS) sampai tiga kali,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya