karya bakti pasar kemirimuka
KERJA BAKTI: Pedagang Pasar Kemirimuka saat melakukan kerja bakti membuat gorong-gorong di lingkungan Pasar Kemirimuka. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK
karya bakti pasar kemirimuka
KERJA BAKTI : Pedagang Pasar Kemirimuka saat melakukan kerja bakti membuat gorong-gorong di lingkungan Pasar Kemirimuka. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Upaya perbaikan saluran air di Pasar Kemirimuka yang dilakukan para pedagang, tidak sepenuhnya mulus. Ada saja pihak yang menuduh, bahwa dilakukan pedagang menyalahi aturan. Padahal, pedagang membenahi pasar dengan inisiatif dan swadaya sendiri.

Ketua Koordinator Pedagang yang tergabung dalam Kerukunan Pedagang Pasar Kemiri Muka Depok (KPPKMD), Karno Sumardo mengatakan, para pedagang berinisiatif membenahi pasar yang dirasa sudah tidak nyaman lagi. Terlebih saat hujan yang kerap terjadi banjir. Ada oknum yang menuduh bahwa pembangunan gorong-gorong menggunakan Anggaran Pendapatan Belanaja Daerah (APBD).

“Ada oknum bernama Yaya yang menuduh saya menerima anggaran APBD, untuk perbaikan saluran air, dan itu tidak benar,” kata Karno Sumardo.

Dia mengatakan, jika memang benar pedagang seharusnya Yaya sepakat dengan para pedagang Pasar Kemirimuka. Agar jalanan di pasar tidak lagi kebanjiran, dan pelanggan bisa masuk pasar dengan nyaman.

“Yaya menuduh KPPKMD, melakukan kerja bakti menanggulangi banjir menggunakan dana APBD. Tetahu saya UPT tidak berhak mengeluarkan APBD. Karena dana pemerintah pengucurannya lewat Bappeda, dan itu dasarnya lewat Musrenbang,” kata Karno.

Sementara, Ketua APPSI Pasar Kemirimuka, Hantoro mengatakan, pedagang tradisional Pasar Kemirimuka mencoba mandiri. Perbaikan pasar dari pedagang untuk pedagang, sambil menunggu proses hukum yang sedang berjalan. “Siapapun tidak ada yang bisa melarang pedagang untuk merapihkan pasar,” ujar Hantoro.

Dia mengatakan, setiap orang tahu Pasar Kemirimuka masih status quo. Siapapun belum bisa mengaku keabsahan kepemilikan Pasar Kemirimuka. “Proses hukum sedang berjalan, APPSI berharap semua pihak menahan diri sebelum proses hukum selesai,” jelas Hantoro.

Sementara diberitakan sebelumnya, karena tidak terurus, Pasar Kemirimuka kerap banjir mengganggu pelanggan yang ingin datang. Atas kondisi ini, para pedagang yang tergabung dalam Kerukunan Pedagang Pasar kemiri Muka Depok (KPPKMD) berinisiatif untuk membuat saluran air agar tidak banjir.

Koordinator KPPKMD, Insulistiyoadi mengatakan, pihaknya dengan swadaya mengajak para pedagang pasar untuk urunan merapihkan lingkungan pasar Kemirimuka. Sebagai pedagang, pihaknya merasa bertanggungjawab untuk menjaga kebersihan dan merapihkan pasar untuk kenyamanan pedagang dan masyarakat.

Dia mengatakan, sebelumnya petugas PUPR membuat Gorong-gorong sampai di RW19 Kelurahan Kemirimuka, tapi tidak sampai pasar. Karena memang Pasar Kemirimuka saat ini masih dalam status quo dan tidak berhak mendapatkan perbaikan.

Dampaknya aliran air warga masuk ke pasar hingga terjadi banjir, dan mengganggu kenyamanan pedagang dan pembeli. “Sehingga kami berinisiatif untu patungan untuk membuat gorong-gorong,” kata Insulistiyoadi.

Sementara itu, menurut salah satu pedagang Pasar Kemirimuka, Weli, pihaknya dengan inisiatif untuk mengumpulkan dana pembangunan gorong-gorong kepada para pedagang tanpa paksaan. “Kami mengumpulkan sendiri uang dari pedagang tanpa paksaan, karena kebersihan pasar dan kenyamanan berdagang menjadi kewajiban para pedagang,” tandasnya. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya