Beranda Satelit Depok Pembangunan BTS di Meruyung Dipertanyakan

Pembangunan BTS di Meruyung Dipertanyakan

0
Pembangunan BTS di Meruyung Dipertanyakan
BELUM JELAS : Inilah lahan pembangunan BTS, di Jalan Tiga Putra RT3/11, Kelurahan Meruyung, Limo yang status lahannya masib belum jelas. FOTO : LULU/RADAR DEPOK
pembangunan BTS dipertanyakan
BELUM JELAS : Inilah lahan pembangunan BTS, di Jalan Tiga Putra RT3/11, Kelurahan Meruyung, Limo yang status lahannya masib belum jelas. FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, LIMO – Status lahan pembangunan tower Base Transceiver Station (BTS), di Jalan Tiga Putra RT03/11, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo dipertanyakan. Biang keroknya, pihak pelaksana ngeyel mengklaim sudah mendapatkan izin dari dinas terkait.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Meruyung, Supian Derry mempertanyakan, status lahan untuk pembangunan BTS di Jalan Tiga Putra RT03/11, Kelurahan Meruyung. Banyak perayaratan administrasi yang harus dilengkapi untuk pembangunan BTS. Diantaranya, status lahan harus jelas, lunas PBB dan banyak persyaratan lainnya.

“Pihak perusahaan provider nanti akan menyewa lahan untuk BTS itu. Nah jika status lahannya saja tidak jelas, dengan siapa mereka harus menyewa lahan, dan pihak mana yang akan menerima sewa lahan kenapa bisa membangun,” ujar Derry kepada Radar Depok, Minggu (8/3).

Dia menambahkan, selain status lahannya tidak jelas, rencana pembangunan tower BTS salah satu perusahaan provider itu masih belum disepakati sepenuhnya warga sekitar. Adanya hal tersebut dia berharap kepada Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), tidak gegabah mengeluarkan izin pembangunan BTS sebelum semua persyaratan dari bawah terpenuhi.

Sementara, Lurah Meruyung, Lukman Zaelani mengaku, tidak bermaksud menghambat siapapun yang ingin melaksanakan pembangunan diwilayahnya. Tapi, tolong dilengkapi dulu persyaratannya sebagaimana yang telah diatur dalam ketentuan persyaratan pembangunan BTS. Diantaranya, status kepemilikan lahan, lunas PBB, surat persetujuan warga sekitar dan persyaratan administrasi lainnya.

Menurutnya, belum lama ini secara lisan pihak provider sudah berkoordinasi kepadanya minta rekomendasi perizinan sebagai tindak lanjut dari rekomendasi pengurus lingkungan. Namun, dia meminta kepada pihak provider untuk melengkapi terlebih dahulu persyaratan administrasi lahan yang akan digunakan.

Perlu diketahui, rencana pembangunan BTS di RT3/11 mencuat setelah pihak provider mengatakan, sudah mendapat izin dari dinas terkait untuk pembangunan tower BTS tersebut. Lahan yang akan digunakan statusnya masih dipertanyakan, dikhawatirkan bisa menimbulkan masalah dikemudian hari. (rd)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya