Pemkot Depok Bentuk Tim Khusus

In Utama
konfrensi pers walikota depok
BERI KETERANGAN : Walikota Depok Mohammad Idris didampingi Danramil Cimanggis Mayor Kav Imam Purwanto memberikan keterang kepada awak media terkait warganya yang terjangkit Virus Corona di Balakota Depok, Senin (2/3). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemerintah menyebutkan dua warga Kota Depok berinisial MD (64) NT (31) dinyatakan positif terkena virus Korona, pada Senin. Dan saat ini telah menjalani perawatan di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta.

Walikota Depok Mohammad Idris mengatakan, kedua pasien tersebut tinggal di Perumahan Studio Alam Kecamatan Sukmajaya. Namun, pihaknya masih proses pemeriksaan lebih lanjut, apakah kedua warga tersebut tinggal di sana atau ada kemungkinan tinggal di tempat lain.

“Ada dua yang positif orang tua dan anak, sementara dua orang ya. Ber-KTP dan beralamat di Depok,” kata Idris dalam konferensi pers di Balai Kota Depok, Senin (2/3).

Idris menuturkan, dua warga tersebut sempat berobat ke Rumah Sakit Mitra Keluarga pada 25 dan 29 Februari. Bahkan ada perawat yang diduga terpapar virus Korona setelah merawat dua warga itu.

“Keduanya mengalami gejala demam, sesak napas, batuk, pilek, dan lemas. Sempat berobat di RS Mitra Keluarga, sudah dirujuk ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta Utara,” tutur Idris.

Berdasarkan informasi yang diterima, Idris menjelaskan penularan Korona kepada ibu dan anak tersebut terjadi saat mereka sedang menghadiri sebuah acara di Jakarta dan bertemu dengan warga negara Jepang.

“Orang Jepang ini yang diduga menularkan virus Korona, karena di Malaysia dinyatakan positif Korona,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pihaknya akan menggodok rencana pembentukan tim khusus guna menyiapkan langkah-langkah antisipasi virus Korona di Depok.

“Kami akan membentuk tim khusus dalam waktu dekat ini, untuk mengantisipasi penyebaran virus ini,” katannya.

Terkait peningkatan status kota Depok menjadi siaga setelah ada warganya yang terjangkit Korona, Idris belum bisa memastikan. Sebab kata dia, langkah peningkatan status ini harus dilakukan setelah ada pernyataan dari pemerintah pusat.

“Nanti kita konsul ke Pak Menteri nanti yang timbang Pak Menteri. Masalah siaga segala itu keputusan Menteri,” kata dia.

Idris melanjutkan, dia mendapat informasi ada 76 perawat dan tenaga medis yang diduga terpapar virus corona. “Informasi yang kami dapat yakni perawat dan tenaga medis diduga terpapar virus Korona setelah merawat kedua korban. Infonya juga para perawat dan tenaga medis tersebut dirumahkan untuk mencegah penyebaran virus Korona di RS Mitra Keluarga,” kata Idris.

Menurut Idris, tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok sudah mendatangi rumah kedua korban. Namun, di rumah itu tidak ada orang karena keduanya sudah dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

“Rumahnya enggak ada orang, sepi. Kami belum lakukan isolasi di rumah yang berada di kompleks tersebut. Namun, kami sudah keluarkan surat edaran pencegahan virus Korona dan meminta warga waspada,” katanya.

Untuk para perawat dan tenaga medis yang diduga terindikasi terpapar virus Korona, pihak manajemen sudah dipanggil untuk dimintai penjelasan dan tindakan yang akan dilakukan.

“Kami sudah panggil dan sedang rapat dengan Direktur RS Mitra Keluarga Depok untuk mendapat penjelasan dan tindakan apa yang akan dilakukan agar dapat mencegah mewabahnya virus Korona. Saya juga sudah perintahkan Dinkes Kota Depok untuk berkoordinasi dengan Kemenkes terkait wabah virus Korona dan segera mengeluarkan surat edaran peringatan siaga wabah virus Korona,” kata Idris.

Dia menambahkan, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan meliburkan sekolah-sekolah dan kantor-kantor pemerintahan di wilayahnya jika virus Korona suah membahayakan penyebaranya. Saat ini, pihaknya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh di wilayah tempat tinggal warga yang positif Korona ini.

“Kalau ada gejala atau hasil inspeksi dan termasuk pendalaman RS, rumah (korban) akan didatangi, kalau segitu besar (ancamannya), kita akan seriuskan, kita minta pelaku pendidikan, anak sekolah diliburkan,” pungkasnya.(rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

guru besar FTUI kenalkan

Guru Besar FTUI Kenalkan Biopestisida di Sembalun

MENGENALKAN : Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Prof Misri Gozan, dan tim terjun

Read More...
e sport dengan kadskominfo

Cabor E-Sports Hadir di Kota Depok, Pemkot Beri Dukungan

TERIMA : Kadiskominfo Kota Depok Sidik Mulyono yang menerima Audiensi Ketum PB E-Sports Indonesia Kota

Read More...
pelantikan e sport

Deklarasi, Inilah Struktur PB ESI Kota Depok

SEMANGAT : Suasana pengukuhan pengurus PB ESI Kota Depok beberapa waktu lalu. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Mobile Sliding Menu