imigrasi depok tes suhu
PERIKSA : Petugas  Kantor Imigrasi Kelas 2 Non TPI Depok memeriksa suhu tibuh bagi pemohon yang datang. FOTO : LULU/RADAR DEPOK
imigrasi depok tes suhu
PERIKSA : Petugas  Kantor Imigrasi Kelas 2 Non TPI Depok memeriksa suhu tibuh bagi pemohon yang datang. FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pasca pandemi wabah Virus Korona. Pengajuan pembuatan paspor terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) dalam hal perpanjangan ijin tinggal, masih diberlakukan pelayanan di Imigrasi Kelas 2A Depok.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 2 Non TPI Depok, Ruhiyat M Tolib mengatakan, sampai saat ini belum ada arahan khusus terkait pelayanan keimigrasian. Tapi ia tak menampik bila jumlah pemohon paspor mengalami penurunan.

“Dalam setengah hari ini, ada sekitar 74 orang. Sedangkan, kami menyediakan kuota per harinya sekitar 125 orang. Tentu ini mengalami penurunan, hingga 50 persen,” Ucap Ruhiyat kepada Radar Depok, Senin (16/3).

Dirinya juga mengungkapkan, untuk pencegahan penyebaran virus korona di lingkungan Imigrasi kelas 2 Depok, pihaknya melaksanakan prosedur yang telah ditetapkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Mulai dari sosialisasi mencuci tangan dengan benar yang didukung, oleh sarana washtafel di beberapa titik ruangan.

“Kami juga telah menyediakan washtafel berikut sabun dan hand sanitizer di tiga lokasi, seperti pos satpam, ruang pengaduan, ruang utama dan berkas,” bebernya.

Selain itu, seluruh petugas juga dibekali sarung tangan latex dan masker. Khusus bagi petugas keamanan, disiapkan alat pengukur suhu tubuh yang digunakan untuk memeriksa para pemohon.

“Kemudian, petugas kebersihan yang ada per 20 menit membersihkan sarana dan prasarana kantor yang bersinggungan langsung dengan pemohon, seperti handle pintu tempat duduk pemohon. Tak hanya itu, alat sidik jari juga selalu dibersihkan dengan alkohol 30 persen,” tuturnya.

Ihwal pengawasan terhadap WNA di Kota Depok, Ruhiyat menegaskan pendataan WNA telah dilakukan oleh pihaknya sejak Kamis 12 Maret 2020 lalu.

Berdasarkan data yang ada, jumlah WNA terbanyak berada di wilayah berada di wilayah Kecamatan Tapos dengan jumlah 197 orang.

“Mereka terbagi menjadi dua, 152 orang WNA pemegang ijin tinggal terbatas dengan masa berlakunya satu tahun. Sedangkan, sisanya 45 WNA pemegang surat ijin tinggal tetap dalam jangka waktu lima tahun. Memang 50 persen lebih didominasi oleh WNA Korea Selatan,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya