Penanganan Korona Dinilai Lamban

In Metropolis
sahat kelompok swadaya
Perwakilan Kelompok Swadaya #depoklawancorona, Sahat farida Berlian.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Warga Kota Depok yang tergabung dalam Aksi Swadaya #depoklawancorona menilai langkah Pemkot Depok dalam menangani dan mencegah penyebaran virus Korona (Covid-19) lamban dan tidak transparan.

Perwakilan Kelompok Swadaya #depoklawancorona, Sahat farida Berlian mengatakan, pemkot beserta Gugus Tugas Covid-19 tidak mempunyai rencana aksi yang jelas. Depok yang berbatasan dengan DKI Jakarta merupakan episentrum wabah Covid-19 di Indonesia.

”Bahkan, Kota Depok merupakan kluster pertama dari pasien positif Covid-19 yang diumumkan Presiden Joko Widodo pada awal Maret lalu,” tutur Sahat kepada Radar Depok.

Seiring munculnya wabah Covid-19 itu, pemkot memang telah mengeluarkan kebijakan terkait pembatasan mobilitas atau jaga jarak fisik antarorang. Secara regulasi, Pemkot Depok menerbitkan SK Walikota Depok Nomor 360/137/Kpts/DPKP/Huk/2020 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Kota Depok, selama periode 18 Maret hingga 29 Mei 2020 (selama 73 hari).

Kebijakan itu memberikan wewenang sekaligus kewajiban bagi pemkot Depok lewat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Depok untuk segera menyusun rencana aksi dan penggunaan anggaran terkait pencegahan penyebaran dan penanganan Covid-19. Gugus Tugas sendiri dibentuk berdasarkan SK No. 433/133-Huk/Dinkes tentang Siaga Intensif Corona Virus Disease (Covid-19).

Terkait anggaran, dalam pelaksanaan tugas tersebut, Pemkot Depok telah meminta bantuan dana kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sahat menyebutkan, pemkot juga memiliki anggaran penanggulangan bencana mencapai Rp40 miliar sebagaimana diutarakan walikota pada Februari lalu.

Sedangkan anggaran yang diajukan kepada Pemprov Jabar sebesar Rp50 miliar guna penanganan dan pencegahan Covid-19. “Pada kenyataannya, Gugus Tugas yang dibentuk untuk mengurus langkah taktis baik itu penanganan maupun pencegahan, terkesan masih berjalan lamban,” kata Sahat.

Kelompok #depoklawancorona melihat kebijakan-kebijakan tersebut tumpul dalam pelaksanaan di lapangan. Aktivitas pengumpulan massa (dalam kegiatan keagamaan), mobilitas masyarakat di luar rumah, serta physical distance belum bekerja signifikan. Problem lainnya, kampanye dan sosialisasi menerapkan pola hidup higienis, seperti mencuci tangan, menggunakan masker untuk yang sakit, serta upaya meningkatkan imunitas tubuh cenderung nihil.

“Karena kemandulan langkah dari pemkot ataupun Gugus Tugas itulah, kelompok masyarakat #depoklawancorona mengambil inisiatif swadaya,” tegasnya. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

PMI depok paket PHBS

PMI Depok Berikan 164 Paket PHBS

SERAHKAN : Petugas PMI Kota Depok saat menyerahkan bantuan Paket PHBS Covid 19 ke Kecamatan

Read More...
afifah bagi sembako di mampang

Afifah Bagikan 500 Paket Sembako di Pancoranmas

BAGIKAN : Afifah Alia membagikan 500 paket sembako ke beberapa RW di Kelurahan Mampang, Kecamatan

Read More...
kelurahan depok dobel bansos

Di Kelurahan Depok, Satu Rumah Dapat Bantuan Dua Bansos

KEJELASAN : Warga saat melakukan musyawarah di Kantor Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, perihal bantuan sosial

Read More...

Mobile Sliding Menu