Penipu Nenek Arpah Dituntut Dua Tahun 

In Metropolis
penipu nenek arpah dituntut
SIDANG : Sidang kasus penitpuan dengan korban nenek Arpah, berlangsung di PN Kota Depok. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sidang lanjutan terkait kasus penipuan yang dialami Nenek Arpah kembali digelar, di Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, Selasa (24/3). Agenda pembacaan tuntutan  kepada terdakawa Abdul Kodir Jaelani alias AKJ.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hengki Charles Pangaribuan menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun. AKJ dianggap terbukti bersalah melakukan penipuan terhadap Arpah, yang diatur dalam Pasal 378 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

“Menurut kami, perbuatan terdakwa sudah secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah,” katanya

Charles menjelaskan, dalam surat dakwaan nomor Reg. Perkara : PDM-07/DEPOK/01/2020, JPU menjerat terdakwa AKJ dengan dakwaan alternatif, yakni perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP atau melanggar Pasal 374 KUHP.

Sidang rencananya akan kembali digelar pekan depan, dengan mendengarkan nota pembelaan dari penasehat hukum terdakwa. Diberitakan sebelumnya, Arpah mengaku sakit hati dengan kelakuan terdakwa yang tak lain adalah tetangganya sendiri.

“Selami ini saya sudah disakiti sama Kodir (terdakwa) yang mengambil bukan hak-nya, sampai sekarang saya menjadi sering sakit, yang terasa itu dibagian paru-paru,” ujarnya.

Ia menegaskan, sejak awal dirinya tidak pernah merasa menjual tanah ataupun rumah yang ia tempati. “Saya tidak merasa menjual tanah 103 meter, apalagi dengan harga Rp120 juta, itu semua rekayasa Kodir dan saya tidak tahu di notaris Cibinong itu isinya apa,” terang dia.

Untuk diketahui, terdakwa (Kodir) tak lain adalah tetangga Arpah. Kasus ini bermula ketika Arpah diajak ke salah satu notaris di kawasan Cibinong, Bogor, beberapa tahun lalu. Kala itu, Arpah tak tahu jika disana sertifikatnya telah diambil alih oleh terdakwa.

Kelemahan Arpah yang tak bisa membaca dan menulis inilah yang diduga kuat dimanfaatkan terdakwa untuk merampas tanah korban.  (rd)

 

Jurnalis : Junior Williandro

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

PSHT bantu tenaga medis

PSHT Depok Berbagi Jamu dengan Tenaga Medis

PEDULI : Keluarga Besar PSHT barikan bantuan kepada tim medis di RS Brimob, Sabtu (18/04).

Read More...
BLT di negeri jepang

Di Jepang, Tiap Warga Dapat Rp14,5 Juta Hadapi Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Pemerintah Jepang tengah serius untuk mengentaskan penyebaran virus Korona. negara dibawah kepemimpinan Perdana

Read More...
APD kreasi dari UI

UI Kembangkan APD Respirator

DIKEMBANGKAN : Tim ahli dan peneliti Universitas Indonesia mengembangkan prototype Alat Pelindung Diri (APD), dalam

Read More...

Mobile Sliding Menu