Beranda Politika Pilkada Berkualitas dengan Empat Indikator

Pilkada Berkualitas dengan Empat Indikator

0
Pilkada Berkualitas dengan Empat Indikator
Imam Budi Hartono.
imam budi empat indikator
Imam Budi Hartono.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Seluruh elemen mengharapkan Pilkada 2020 dapat berlangsung sukses tanpa ekses. Menurut politikus PKS, Imam Budi Hartono, untuk mewujudkan asa tersebut, setidaknya ada empat indikator yang harus dikerjakan bersama.

Ketua Komisi 4 DPRD Jawa Barat (Jabar) ini mengatakan, pilkada serempak di Jabar akan berlangsung di delapan kabupaten/kota. Antara lain, Bandung, Karawang, Indramayu, Tasikmalaya, Pangandaran, Cianjur, Sukabumi, dan Kota Depok.

“Semua masyarakat dan para pejabat menghendaki Pilkada 2020 sukses tanpa ekses. Pemilu dan Pilkada yang mengusung semangat luber dan jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil) harus kita sama-sama mensukseskannya,” kata Imam kepada Radar Depok, Senin (9/3).

Ia pun merangkum, empat indikator untuk mewujudkan Pilkada menjadi berkualitas dan harus dijadikan tekad bersama di perhelatan pesta demokrasi, yakni, Pertama, meningkatnya partisipasi pemilih dari Pilkada sebelumnya, dengan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan hak semakin membaik.

“Tingginya penggunaan hak pilih menjadi tolok ukur peningkatan kepercayaan publik terhadap pilkada. Agar bisa Pilkada diminati dan diketahui warga penting sebuah upaya mensosialisakan oleh lembaga penyelenggara maupun oleh kita semua, baik dilakukan oleh media sosial juga media lokal dan media iklan luar ruang,” papar IBH, sapaannya.

IBH yang masuk tiga besar bursa bakal calon Walikota Depok dari Pemilihan Umum Internal Raya (Pemira) DPD PKS Depok ini melanjutkan, kedua. kesadaran anti politik uang.

Sebab, wakil rakyat Dapil Jabar 8 (Kota Depok-Kota Bekasi) ini menilai, kesamaan pandangan untuk menolak politik uang dalam ajang Pilkada dan Pemilu, akan melahirkan pemilihan yang jujur, bersih dan sehat.

“Ini juga berdampak pada terpilih pemimpin yang amanah dan akan menjadikan pengelolaan pemerintahan bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN),” ujarnya.

Indikator ketiga, sambung IBH, terjaganya aspek stabilitas daerah atau keamanan daerah dari mulai pencalonan, proses kampanye, sampai dilantiknya kepala daerah terpilih. Karena, gesekan antar pendukung membuat hasil Pemilu tercoreng.

“Kondisi daerah yang Pilkada aman dan terkendali sudah tentu yang kita harapkan bersama,” sambung IBH.

Keempat, Wakil Ketua Karang Taruna (Katar) Jabar ini pun mekasukan independensi atau netralitas dari penyelenggara Pilkada dan birokrasi pada indikator suksesnya sebuah Pilkada yang berkualitas.

“Tidak jarang ini terjadi dalam Pilkada dan Pemilu. Semoga Pilkada 2020 mendatang tidak terjadi. Jadi, saya mengajak seluruh elemen untuk menyukseskan Pilkada 2020 untuk Kota Depok lebih baik,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya