Beranda Politika PPDB Harus Akomodir Rakyat

PPDB Harus Akomodir Rakyat

0
PPDB Harus Akomodir Rakyat
Ketua DPC PPP Kota Depok, Qonita Lutfiyah.
Qonita Lutfiyah
Qonita Lutfiyah.

 

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Jelang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok meminta agar Dinas Pendidikan melakukan evaluasi dan mencari solusi. Sebab, tiap tahun terus menemui kendala. Sehingga, polemik tahunan tersebut dapat terurai dan mengakomodir masyarakat Depok.

“Harus ada evaluasi dan solusi, atas masalah atau kendala yang dihadapi di 2019. Bahkan, di tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, di 2020 dan seterusnya proses PPBD makin baik dan tidak ada polemik,” kata Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Qonita Lutfiyah kepada Radar Depok, Minggu (8/3).

Ia menguraikan, seperti PPDB menerapkan sistem daring, maka yang harus dicermati sistemnya dulu. Sebab, dengan penerapan PPDB online, otomatis masyarakat harus mengikuti alur. Termasuk saat mengisi data pada sistem.

Kemudian, putri KH Syukron Mamun ini pun juga menyoroti sistem zonasi yang merepotkan orangtua dan calon siswa.

Dengan kebijakan zonasi, kata Qonita, masih banyak keluhan dari masyarakat. Di mana ada beberapa masyarakat yang mengaku bingung dengan sistem zonasi. Pasalnya, ada calon siswa yang rumahnya dekat dengan sekolah justru tidak masuk zona 1 dan terlempar di zona 2.

“Harusnya bukan zonasi seperti ini, tapi gradasi. Semakin dekat calon siswa dari sekolah itu yang diterima. Tidak ada kompetisi nilai. Saya menilai penerapan zonasi perlu dievaluasi,” ungkapnya.

Terlebih, sambung Ketua DPC PPP Kota Depok ini, di Depok jumlah sekolah tidak merata. Bahkan di Kecamatan Beji, belum memiliki SMA negeri. Sehingga, orangtua kebingungan untuk memasukan anaknya di sekolah negeri, jika menerapkan sistem zonasi, sementara di zona mereka tidak ada sekolah negeri.

“Itu kan sama saja tidak pro rakyat, Jangan sampai masalah atau kendala ini terulang, karena lemahnya evaluasi kita. Idealis boleh, tapi tetap harus realistis dengan kondisi saat ini. Sekarang kan penyediaan sarana dan prasaran pendidikan di Depok masih belum merata, khususnya untuk SMA Negeri atau sederajat,” pungkas Qonita. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya