taman grogol terancam batal
SENGKETA : Inilh lahan fasos fasum perumahan Villa Mutiara seluas 2.000 meter persegi di RW10, yang bkal dibangun Taman Grogol. FOTO : LULU/RADAR DEPOK
taman grogol terancam batal
SENGKETA : Inilh lahan fasos fasum perumahan Villa Mutiara seluas 2.000 meter persegi di RW10, yang bkal dibangun Taman Grogol. FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, GROGOL – Pembangunan Taman Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo terancam gagal. Keladinya, lahan fasos fasum perumahan Villa Mutiara seluas 2.000 meter persegi di RW10, diklaim salah satu warga lahan tersebut sebagi miliknya.

“Memang setelah dilakukan pembongkaran lapak bangunan pedagang kaki lima (PKL), tiba tiba muncul pengakuan dari salah satu warga. Lahan itu masih milik ahli waris dan katanya warga tersebut memiliki girik,” kata Lurah Grogol, Danudi Amin kepada Radar Depok, Senin (30/03).

Dia menambahkan, beberapa hari silam, sudah ada rencana pemagaran atas lahan untuk taman Kelurahan tersebut. Namun , karena muncul permasalahan atas status lahan maka pelaksanaan pemagaran ditunda.

“Ya, kemarin sudah ada rencana pelaksanaan pemagaran. Tapi dibatalkan karena kita ingin masalah status lahan ini selesai terlebih dahulu,” ujar Danu.

Sementara Ketua Rw 10, Kelurahan Grogol, Mantri Mohammad mengaku, tidak begitu paham soal riwayat lahan yang rencananya bakal dibangun Taman Kelurahan. Sebab, saat pembangunan Perumahan Villa Mutiara pada tahun 2004, dirinya belum aktif dalam kepengurusan lingkungan.

“Saya jadi Ketua RW saja pada 2008, dan baru dua tahun menjabat Ketua RW. Jadi saya tidak begitu paham dengan riwayat tanah itu,” ujar Mantri.

Menurutnya, sejak pelaksanaan penertiban lapak PKL sebulan silam. Muncul pengakuan dari salah satu warga bahwa lahan tersebut masih merupakan milik ahli waris pemilik asal. Tapi, disisi lain pada siteplan perumahan Vila Mutiara, lahan tersebut masuk dalam lahan fasos fasum perumahan.

“Saya pernah lihat poto copy siteplan, memang lahan itu termasuk lahan fasos fasum perumahan Vila Mutiara. Lebih akuratnya, mungkin dilakukan penelusuran lebih lanjut,” tutup Mantri. (rd/tul)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya