Beranda Satelit Depok Puskesmas Tanah Baru Cegah Korona

Puskesmas Tanah Baru Cegah Korona

0
Puskesmas Tanah Baru Cegah Korona
SOSIALISASI : Berlangsungnya penyuluhan COVID-19 oleh Puskesmas Tanah Baru di Aula Kantor Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Depok. FOTO : DEVINA/RADAR DEPOK
puskesmas tanah baru cegah korona
SOSIALISASI : Berlangsungnya penyuluhan COVID-19 oleh Puskesmas Tanah Baru di Aula Kantor Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Depok. FOTO : DEVINA/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, BEJI — Puskesmas Tanah Baru laksanakan penyuluhan Virus Korona, sesuai dengan arahan Pemerintah Kota Depok, di Aula Kantor Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Depok. Senin (9/3)

Kepala UPTD Puskesmas Tanah Baru, Mira Miranti mengatakan, dirinya lakukan penyuluhan bersamaan dengan pertemuan ketua RT/RW sebagai momen yang tepat. Ada 28 ketua RT dari 14 RW Kelurahan Tanah Baru yang hadir dalam penyuluhan.

Saat penyuluhan berlangsung, mantan Kepala Unit Fungsional Puskesmas Rangkapan Jaya Baru tersebut menjelaskan gejala-gejala Virus Korona. Yang mana, kata Mira, membiasakan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan.

“Gejala klinis diantaranya adalah demam, batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan yang disertai adanya riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi Covid-19, dalam waktu 14 hari sebelum timbul gejala, ada riwayat kunjungan ke negara-negara terjangkit,” katanya kepada Radar Depok.

Mira juga menyampaikan perilaku panic buying tidak perlu dilakukan. Ia berpendapat dengan membeli masker dan antiseptik yang berlebihan, menyebabkan harga dua barang tersebut bisa melambung karena langka.

“Kita tidak menyalahkan orang untuk membeli masker dan antiseptik, namun apabila berlebihan maka orang yang justru membutuhkannya jadi kehabisan. Seperti, petugas medis dan orang yang memang sakit,” ujarnya.

Mira juga menyosialisasikan cuci tangan 6 langkah karena katanya, penyebaran virus tersebut berasal dari tangan yang kotor. Selain itu, dirinya juga menjelaskan etika batuk dan bersih untuk mencegah penularan.

“Penularan virus ini dari percikan air liur penderita, apabila penderita bersin maupun batuk di telapak tangan. Kemudian, telapaknya menyentuh barang tertentu, maka virus tersebut akan menempel di barang tersebut. Lalu, orang lain yang menyentuh barang di lokasi yang sama akan tertular. Maka, biasakan cuci tangan,” tuturnya.

Lurah Tanah Baru, Zakky Fauzan, turut mengimbau kepada warga agar pilah-pilih dalam menerima informasi. Menurutnya, dalam keadaan yang serba teknologi, banyak informasi yang mengandung hoax sehingga menciptakan kepanikan massal.

“Banyak fakta yang kita dapat di grup Whatsapp maupun media sosial tentang Korona ini. Namun, kita perlu berhati-hati karena banyak pemberitaan yang tidak benar pula. Maka dari itu, kita perlu memverifikasi mana yang benar dan mana yang palsu,” tandasnya.

Zakky juga mengatakan dirinya akan terus menyosialisasikan kepada warganya terkait Korona di beberapa kegiatan, misalnya pada kegiatan kelompok lanjut usia.

“Akan disampaikan untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak tertular dilakukan pola hidup sehat salah satunya dengan senam lansia,” ujarnya.

Zakky juga bersyukur, belum ada warganya yang terkonfirmasi Korona. Ia berharap hal tersebut tidak akan terjadi, dan warganya terhindar dari penyakit menular maupun tidak menular. (rd)

 

Jurnalis : Devina

Editor : Pebri Mulya