Ramai-ramai Minta Daftar Pasien Dibuka

In Utama
ketua satgas korona depok
Ketua Satgas Covid-19 IDI Kota Depok, dr Alif Noeriyanto Rahman.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Membuka daftar pasien yang terjangkit Virus Korona atau Covid-19, jadi harga mati bagi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Depok. Kebijakan ini dipilih Depok dan IDI Pusat demi kepentingan bersama dan mawas diri bagi masyarakat.

Ketua Satgas Covid-19 IDI Kota Depok, dr Alif Noeriyanto Rahman mengatakan, IDI Kota Depok mengikuti kebijakan IDI pusat. Begitupun dengan kebijakan membuka daftar pasien yang terkena Covid-19 atau virus Korona. Bahkan, IDI telah mengajukan pembukaan daftar pasien yang terkena positif, maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Pembukaan daftar pasien, guna meningkatkan kewaspadaan dan diperbolehkan apabila dalam keadaan darurat,” ujar Alif Noeriyanto Rahman kepada Radar Depok, Senin (23/3).

Alif Noeriyanto Rahman mengungkapkan, pembukaan daftar pasien positif Covid-19 maupun PDP, kebijakan tersebut berada di kewenangan Pemerintah Pusat. Namun, PB IDI tengah mendorong pemerintah pusat guna membuka data daftar pasien. Alif menilai, untuk mengatasi pandemi dibutuhkan peran seluruh elemen masyarakat. Penanganan pandemik Covid-19 tidak berpangku tangan pada sektor kesehatan.

Alif Noeriyanto Rahman menjelaskan, pemerintah dapat meningkatkan sejumlah fasilitas penunjang penanganan medis. Pemerintah perlu memperbanyak Alat Pelindung Diri (APD), bukan hanya di rumah sakit namun di puskesmas dan faskes lainnya termasuk klinik. Hal itu dikarenakan tenaga medis merupakan garda terdepan. Bagai perang tanpa senjata bila tidak ada APD. Selain itu, memperbanyak bilik disinfeksi cepat dan titik pemeriksaan guna pendiagnosaan covid.

Selain itu, lanjut Alif, perlu adanya edukasi ke masyarakat yang melibatkan semua komponen dan tokoh. Tentang pentingnya stay at home for safe live. Dan pentingnya bagaimana berjauhan untuk mencegah semakin meningkatnya kasus covid 19. Masyarakat diharapkan dapat mematuhi himbauan, yang diberikan seluruh komponen guna memutus mata rantai Covid-19.

“Tetap berada di rumah guna memutus mata rantai Covid-19,” tegas Alif.

Anggota DPRD Kota Depok, Babai Suhaimi, meminta agar pemerintah Kota Depok agar segera melaksanakan informasi pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat tidak gamang menghadapi Korona.

Dia juga meminta, pemerintah mau membagikan masker dan hand satitizer di masyarakat. Mengingat saat ini kedua benda tersebut sangat sulit di dapat di pasaran. “Bagikan masker dan hand sanitizer, masyakat saat ini sangat butuh, karena di pasaran sudah sangat sulit ditemukan,” kata Babai.

Dia juga berharap, puskesmas bisa tetap buka untuk menjamin pelayanan kesehatan bagi masyarakat. “Puskesmas harus tetap buka, untuk menjamin kesehatan warga,” kata Babai.

Selain itu, Gugus Tugas Kota Depok diminta mau membuka peta penyebaran pasien positif per kecamatan atau per kelurahan. Sehingga masyarakat bisa mengetahui peta penyebaran Korona di Kota Depok.

Hal senada juga disampaikan Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok yang meminta Pemkot Depok membuka peta penyebaran Korona.

Ketua DKR Kota Depok, Roy Pangharapan, mengatakan membuka peta penyebaran korona, dapat membantu meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan lebih berhati-hati pada wilayah yang terpapar. “Rakyat berhak tahu untuk memastikan keamanan dirinya dari virus yang sudah menyebar,” kata Roy.

Roy menyebut permintaan itu dilontarkan sejalan dengan terus bertambahnya pasien Korona, baik yang positif, pasien dalam pengawasan dan orang dalam pemantauan di Kota Depok.

Pemerintah tidak perlu sebutkan identitas dan alamat pasien. Setidaknya menyebutkan wilayah kecamatan agar masyarakat di kecamatan tersebut berhati-hati dan disiplin melakukan karantina diri.

Menurut Roy, meski Pemkot Depok telah mengeluarkan kebijakan dan himbauan tetap di rumah. Namun, masih banyak masyarakat yang berada di luar rumah di hampir semua wilayah di Kota Depok.

Dia menilai hal itu disebabkan tidak adanya peta penyebaran korona, sehingga ada kecenderungan menganggap remeh. “Informasi peta penyebaran itu adalah hak mendasar agar bisa memastikan kesehatan diri dan keluarga,” tutur Roy.

Bila transparansi peta penyebaran tidak dibuka, Roy mengklaim, masyarakat akan semakin rentan terhadap virus korona. “Kalau ada penambahan kasus maka pemerintah yang bertangung jawab dan jangan salahkan masyarakat,” tegas Roy. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto), Dicky Agung Prihanto (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

ilustrasi virus korona size kecil

Minggu (19/04) Tambah 327 Positif Korona, Berikut Penyebarannya

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Pemerintah mengumumkan penambahan kasus positif virus Corona di wilayah Indonesia. Per Minggu

Read More...
sembako murah kelurahan curug

RW1, Curug Gelar Sembako Murah

BANTU : Ketua RW1, H. Muhammad Maulana memberikan sembako murah kepada masyarakat terdampak ekonomi akibat

Read More...
bahan untuk iklan pajak

Relaksasi Penyampaian Dokumen Kelengkapan SPT Tahunan Tahun Pajak 2019

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Dalam rangka meringankan beban wajib pajak menyiapkan SPT Tahunan dalam kondisi pandemi

Read More...

Mobile Sliding Menu