Rempah Mahal Tapi Diburu Warga Depok

In Metropolis
penjualan rempah rempah di depok
MASIH DIBURU WARGA : Pedagang menata dagangannya di Pasar Agung, Jalan Proklamassi Raya, Kecamatan Sukmajaya, Selasa (10/3). Jenis rempah seperti jahe dan temulawak masih diburu oleh warga untuk membuat minuman kesehatan. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Munculnya virus Korona alias Covid-19 turut memengaruhi harga sejumlah komoditi rempah-rempah, seperti jahe, kencur, dan temulawak. Meski mahal, warga masih saja memburu rempah tersebut.

Pantauan Radar Depok di Pasar Agung Sukmajaya, harga rempah mengalami kenaikan yang cukup signifikan sejak diumumkannya kasus Korona di Indonesia.

Salah satu pedagang rempah di Pasar Agung, Fatimah mengaku, harga temulawak dijual Rp40 ribu per Kilogram. Padahal sebelum merebaknya kasus Korona, harganya masih dikisaran Rp30 ribu. Sedangkan jahe merah kini Rp100 ribu per Kg, sebelumnya Rp60 ribu. Dan jahe biasa Rp70 ribu per Kg sebelumnya Rp50 ribu.

“Sejak ada kasus Korona harga rempah langsung pada naik. Karena banyak yang percaya rempah-rempah berkhasiat mencegah Korona,” terang Fatimah kepada Radar Depok.

Senada, pedagang sembako lainnya, Yanti mengatakan, di tempatnya ia menjual temulawak Rp30 ribu sebelumnya hanya RP20 ribu per Kg. Lalu kencur sebelumnya Rp60 ribu per Kg, naik menjadi Rp90 ribu per Kg.

Kemudian jahe merah dari Rp60 ribu per Kg naik menjadi Rp100 ribu per Kg. Sedangkan jahe biasa dari Rp60 ribu per Kg naik menjadi Rp70 ribu per Kg.

“Sama di sini juga naik. Karena disemua suplayer rempah–rempah harganya juga naik,” bebernya.

Terpisah, Kabid Perdagangan Disperindag Kota Depok, Anim Mulyana mengatakan, stok bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Depok aman. Kalau pun ada kenaikan masih dalam batas kewajaran.

Anim menjelaskan, untuk bahan rempah-rempah seperti jahe merah Rp90 ribu per kg, temulawak Rp27.500 per kg, jahe gajah Rp50 ribu per kg, jahe mprit Rp70 ribu per kg, dan kencur Rp85 ribu per kg.

“Itu harga rata-rata bahan rempah-rempah di pasar tradisional di Kota Depok. Untuk memantau pergerakan harga, warga dapat mengakses Depok Single Window (DSW) dari ponsel Android,” kata Anim.

Anim mengimbau agar masyarakat tidak terjebak panic buying sehingga harga rempah-rempah tersebut terus meroket.

“Kalau buat kesehatan, sah-sah saja warga membeli rempah-rempah, cuman jangan panic buying aja. Karena ini juga kan barang busuk, ngga mungkin juga di borong terlalu banyak,” kata Anim.

“Yang jelas stok aman,” tutupnya. (rd)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

PSHT cimanggis bagikan takjil

PSHT Cabang Depok Berbagi Takjil

AKSI : Warga PSHT cabang Depok bagikan takjil di Jalan Komjen Pol (Purn) Moch Yassin.

Read More...
pengemis di kota depok

Manusia Gerobak di Jalan Margonda dan Juanda Diamankan

HIASI : Sejumlah pengemis menunggu belas kasih masyarakat di Jalan Raya Margonda, Kecamatan Beji, Kamis

Read More...
PCNU bagikan masker

NU Depok Bagikan 75 Ribu Masker Ke Pelaku UMKM 

  RADARDEPOK.COM, DEPOK - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok Ust. Achmad Solechan menggelar gerakan pembagian 75 ribu

Read More...

Mobile Sliding Menu