Respon Hasil Simulasi Pilkada Radar Depok : Ogah Jumawa

In Politika
respon simulasi pilkada
Kiri-kanan : Farabi A Rafiq, Pradi Supriatna, dan Hafid Nasir.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pradi Supriatna nampaknya punya modal bagus untuk mengarungi Pilkada Depok 2020. Setidaknya bila hal ini merujuk hasil Simulasi Pilkada Depok oleh Harian Radar Depok, Rabu (26/2). Wakil Walikota Depok ini meraih hasil tertinggi. 19,17 persen.

Angka itu mengungguli pesaing terdekatnya, juga petahanan, Walikota Depok, Mohammad Idris dengan hasil 17,83 persen. Duduk di peringkat ketiga ada Ketua DPC Partai Golkar Kota Depok, Farabi A Rafiq dengan torehan 8,07 persen.

Atas hasil ini, Pradi ogah jumawa. Dia mengatakan hasil simulasi Radar Depok menjadi cambuk bagi dirinya untuk berbuat lebih baik lagi bagi masyarakat.

“Ini amanah dari masyarakat. Alhamdulillah, artinya sinergi yang terbangun antara seluruh stakeholder (para pemangku kepentingan) sudah semakin membaik. Doakan agar kami konsisten berbuat untuk masyarakat,” ungkapnya kepada Radar Depok, Selasa (3/3).

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok ini mengatakan, hasil simulasi Radar Depok tetap menjadi motivasi. “Sekaligus pengingat bahwa ada banyak ekspektasi publik terhadap pembangunan Depok ke depan,” lanjut Pradi.

Dia memastikan akan fokus bekerja untuk masyarakat Depok. Menurut Pradi, ada banyak pekerjaan rumah alias persoalan klasik belum terselesaikan secara optimal. Mulai dari kemacetan, banjir, hingga pelayanan publik.

“Tantangan ke depan bagi kota ini sangat kompleks. Kita butuh mensinergikan semua pihak untuk membangun Kota Depok yang maju dan sejahtera,” tegas Pradi.

Dalam kesempatan itu, Pradi juga mengapresiasi apa yang dilakukan Radar Depok. Sebagai media terbesar di Depok, mereka turut andil memberikan edukasi politik yang positif bagi masyarakat.

“Dalam proses simulasi itu kan tentunya melibatkan banyak warga. Artinya Radar Depok mendorong partisipasi warga dalam keikutsertaannya di Pilkada Depok 2020. Ini membantu kerja-kerja KPU,” pungkasnya.

Saat pelaksanaan Simulasi, Harian Radar Depok membagi 11 kecamatan menjadi enam titik. Kecamatan Cinere dengan Limo, Sawangan-Bojongsari, Tapos-Cimanggis, Sukmajaya-Cilodong, Cipayung-Pancoranmas, dan terakhir Kecamatan Beji. Pemilih pemula, dan lokasi yang dipilih pada pusat keramaian tentunya belum terafiliasi partai politik (Parpol) maupun para calon walikota dan wakil walikota.

Cinere-Limo, lokasi yang dipilih sepanjang Jalan Limo Raya sampai Jalan Cinere Raya. Sawangan-Bojongsari : Jalan Raya Muchtar hingga Jalan Raya Parung Ciputat, Tapos-Cimanggis : sepanjang Jalan Raya Jakarta Bogor dari perbatasan Kabupaten Bogor hingga Jakarta Timur.

Sukmajaya-Cilodong : Jalan Tole Iskandar disambung jalan kecil penghubung ke Kecamatan Cilodong serta menyasar pasar tradisional. Kemudian, di Cipayung-Pancoranmas : dua stasiun yang jadi sasaran dan sepanjang Jalan Cipayung.

Terakhir di Kecamatan Beji membidik pusat perbelanjaan dan Jalan Raya Beji. Ada 12 rewalan yang menjalankan simulasi. Tiap satu titik terdapat dua relawan dan membawa 150-200 kertas suara simulasi. Mulai simulasi sedari pukul 08:00 hingga 16:00 WIB.

Simulasi Radar Depok Bahan Rujukan

Hasil simulasi Radar Depok, dua nama yang memiliki hasil positif dan dapat menjadi kuda hitam di pemilihan Walikota dan Wakil Walikota 23 September mendatang, yakni Moh. Hafid Nasir dan Farabi A. Rafiq angkat bicara. Bahkan, hasil ini pun akan menjadi bahan rujukan dalam rapat internal dan dilaporkan ke pimpinan.

Ketua DPD PKS Kota Depok yang juga tiga besar kandidat Calon Walikota Depok dari Pemilihan Umum Internal Raya (Pemira) PKS, Moh. Hafid Nasir mengaku bersyukur atas simulasi Calon Pasangan Pilkada 2020 yang dilakukan Radar Depok.

“Yang pertama, saya berterima kasih kepada Radar Depok, turut membantu menyukseskan kegiatan politik jelang Pilkada Depok pada 23 September 2020,” kata Hafid.

Hasil simulasi yang dipaparkan, sambung Hafid, merupakan feedback dari kinerja seluruh kandidat yang bakal mengikuti kontestasi pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Depok. Paling tidak, kata dia, menjadi salah satu dari sekian banyak sumber terkait pengukuran popularitas dan elektabilitas.

“Ya, survei dengan cara masing-masing, seperti menggunakan sampling, perwakilan sampling dari tiap kelurahan. Ini semua jadi feedback bagi semua kandidat yang akan berkontestasi di Pilkada Depok, ada tentu korelasinya,” ujarnya.

Meski, tiap Parpol juga melakukan survei, tetapi hasil simulasi Pilkada Radar Depok dapat menjadi bahan kajian dan reverensi berkaitan dengan peta koalisi kedepannya.

“Kami dari Parpol tentu memandang positif terhadap semua pihak, termasuk Radar Depok yang melakukan simulasi. Ini dapat menjadi bahan rujukan ketika rapat dengan internal partai,” pungkasnya.

Sementara, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Depok, Farabi A. Rafiq pun mengucapkan terima kasih kepada Radar Depok yang telah berupaya menyajikan data kecenderungan warga Depok untuk memilih pemimpinnya.

“Saya bersyukur, berdasarkan simulasi versi Radar Depok, saya nomor tiga di bawah petahana. Padahal, di bawah saja masih banyak nama yang sudah melanglang buana di Depok,” kata Farabi.

Artinya, lanjut ketua partai yang berprofesi sebagai dokter spesialis anak ini, apa yang dikerjakan bukan sesuatu hal yang sia-sia. Namun, Farabi menegaskan, dirinya tidak akan berpuas diri di titik tersebut. Bahkan, menjadi bahan lecutan untuk Golkar melompat lebih tinggi.

“Hal ini juga menjadi bahan komparasi dengan survei yang kami punya dan bahan pelaporan juga (ke DPD II dan DPP). Sebab, ini kan surveinya independen, media ini tidak berafiliasi ke manapun. Sehingga, bahan komparasi ini perlu juga kami sampaikan ke teman-teman di DPP dan Provinsi. Yang lebih senang lagi, saya berada di atas nama-nama yang sedang berproses di PKS,” ucap Farabi.

Ia menilai, di samping telah melakukan sosialisasi dan kegiatan manfaat ke masyarakat, pihaknya memang sudah memasang beberapa baliho dan spanduk di beberapa titik di Kota Depok. Sehingga, masyarakat mengenal dirinya.

“Saya kan memang pernah membuat pengobatan massal di beberapa titik. Tapi, yang bisa mendongkrak popularitas dan elektabilitas saya bisa juga dari baliho,” paparnya.

Kedepannya, sambung Farabi, pihaknya akan lebih massif untuk melakukan sosialisasi terkait pencalonan dirinya. Bahkan, bisa dua kali lipat lebih banyak dari sebelumnya.

“Bakal lebih massif, karena senang juga berada diurutan tiga. PKS sendiri kan melihat surve. Semoga ini menjadi bahan evaluasi bagi mereka,” pungkas Farabi. (rd)

 

Jurnalis : Junior Williandro, Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

PSHT bantu tenaga medis

PSHT Depok Berbagi Jamu dengan Tenaga Medis

PEDULI : Keluarga Besar PSHT barikan bantuan kepada tim medis di RS Brimob, Sabtu (18/04).

Read More...
BLT di negeri jepang

Di Jepang, Tiap Warga Dapat Rp14,5 Juta Hadapi Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Pemerintah Jepang tengah serius untuk mengentaskan penyebaran virus Korona. negara dibawah kepemimpinan Perdana

Read More...
APD kreasi dari UI

UI Kembangkan APD Respirator

DIKEMBANGKAN : Tim ahli dan peneliti Universitas Indonesia mengembangkan prototype Alat Pelindung Diri (APD), dalam

Read More...

Mobile Sliding Menu