Beranda Satelit Depok RW Terbersih se-Depok Diteror Portas

RW Terbersih se-Depok Diteror Portas

0
RW Terbersih se-Depok Diteror Portas
BARANG BUKTI : Salah seorang warga saat menunjukan sisa racun yang diduga portas di sekitar kolam Jalan Dipo RW01 Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Senin (9/3). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
RW terbersih diserang portas
BARANG BUKTI : Salah seorang warga saat menunjukan sisa racun yang diduga portas di sekitar kolam Jalan Dipo RW01 Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Senin (9/3). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, CIPAYUNG – Pembudidaya ikan di RW01 Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung resah dengan matinya sejumlah ikan di kolam yang terdapat di Jalan Dipo. Mereka menduga, ada oknum sengaja menaruh racun yang diduga portas ke kolam tersebut.

Ketua RW01 Kelurahan Ratujaya, Jaelani mengungkapkan, dirinya baru mengetahui ikan-ikan pada mati usai menunaikan menunaikan salat subuh, Senin (9/3). Setelah diselidiki, ternyata ada sisa racun ditemukan di sekitar kolam.

“Ada sisa racun di kolam, karena tidak menyatu dengan air, kemungkinan ini portas,” ungkap Jaelani kepada Radar Depok.

Ia pun mengaku tidak tahu motif dari pelaku menaruh racun di kolam. Sebab, kolam tersebut sengaja dibuat warga untuk membudidaya beberapa jenis ikan, seperti mujair, mas dan Tembakang.

“Kenapa ikan ini diracun, pelakunya harus ketauan. warga sudah bersusah payah menjaga dan membudidayakan ikan,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kolam itu pun sengaja dimanfaatkan warga untuk membudidayakan ikan. Bahkan, kehadiran kolam tersebut menjadi salah satu program unggulan di wilayahnya. Sehingga, meraih predikat RW Terbersih se-Kota Depok di 2019.

“Iya bisa dikatakan, kolam ini jadi unggulan. selain menghiasi lingkungan menjadi ramah. warga juga mempunyai kesibukan untuk membudidayakan ikan-ikan ini,” jelasnya.

Selain itu, sambung ketua lingkungan yang akrab disapa Canut ini, kolam itu juga menjadi salah satu destinasi wisata lokal, khususnya orangtua yang membawa anaknya untuk sekedar melihat ikan di kala senja.

“Warga pun sepakat, jika sudah ikannya sudah besar, nanti akan dinikmati bersama. Tapi, sekarang malah pada mati diracun,” keluh Jaelani.

Menyikapi hal tersebut, Jaelani pun langsung menginformasikan ke grup whatsApp RW, agar para pengurus lingkungan dan tokoh mengetahui. Bahkan, bersama warga berniat untuk melaporkan kasus tersebut ke pihak keamanan dan dinas terkait.

“Saya sudah laporan ke grup RW, mungkin ada yang mengetahui, tapi belum ada jawaban. Kami akan lanjutkan laporan soal ini,” tandasnya. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya