sidang fimale di pengadilan
SIDANG: Sidang lanjutan mendengarkan keterangan saksi Female apartemen, saksi mengeluhkan pembangunan New Female Apartemen. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK
sidang fimale di pengadilan
SIDANG : Sidang lanjutan mendengarkan keterangan saksi Female apartemen, saksi mengeluhkan pembangunan New Female Apartemen. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sidang lanjutan gugatan pembangunan New Female Apartemen, menghadirkan lima orang saksi, Kamis (19/3). Hasilnya, di depan hakim ke lima saksi yang dihadirkan penggugat mengaku, terganggu dengan pembangunan apartemen, di Jalan Margonda Raya No525, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok.

Saksi dalam sidang lanjutan gugatan terhadap pembangunan Female Apartemen, di Ruang Sidang IV Pengadilan Negeri (PN) Depok, Danang mengatakan, tinggal di rumah kos milik Sri Mumpuni sejak tahun 2004 yang berbatasan langsung dengan gedung Apartemen Female.

Dalam sidang, Danang bersaksi, sejak adanya pembangunan apertemen sangat mengganggu penghuni kos. Karena terjadi kebisingan, serta banyak debu. “Belum lagi aktifitas pembangunan apartemen yang berlangsung hingga malam hari,” kata Danang.

Sejak adanya aktifitas pembangunan apartemen sekitar 2017, rumah kos menjadi sepi. Penghuni banyak pindah, karena tidak nyaman dengan aktifitas apertemen yang sebahagian besar mahasiswa UI Depok.

Dia juga mengatakan, tak jarang rumah kos kejatuhan material bangunan termasuk dari crane milik PT Wika.

Sementara itu, saksi lainnya, Agus Saiful mengaku, tinggal di Kos Sri Mumpuni Pondok Kuning sejak tahun 2008. “Sejak ada pembangunan apertemen New Female terdapat kerusakan akibat aktifitasnya,” kata Agus Saiful.

Kuasa hukum penggugat, Hor Agusmen Girsang mengatakan, para saksi menyatakan merasakan dampak kerugian secara langsung. Dan menguatkan gugatan yang diajukan oleh kliennya. “Kami berharap majelis hakim dapat mempertimbangkan keterangan saksi, dan kami masih akan mendatangkan saksi untuk meyakinkan hakim,” kata Hor Agusmen Girsang.

Pembangunan Female Apartemen Margonda Depok digugat oleh masyarakat tetangganya, karena adanya kerugian dan prosedur pembangunan yang tidak sesuai dengan peraturan.

Terpisah, Humas PN Depok, Nanang Herjunanto mengatakan, sidang akan ditunda dua minggu kedepan pada (2/4), dengan agenda mendengarkan keterangan saksi penggugat. “Karena antisipasi virus Korona sidang ditunda dua minggu, dengan keterangan mendengarkan keterangan saksi dari penggugat,” tandas Nanang. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya