Beranda Pendidikan SDN Cisalak 3 Sharing dengan Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif : Peserta 30 Se-Sukmajaya,  Anak Dibawa ke Learning Spot Center

SDN Cisalak 3 Sharing dengan Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif : Peserta 30 Se-Sukmajaya,  Anak Dibawa ke Learning Spot Center

0
SDN Cisalak 3 Sharing dengan Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif : Peserta 30 Se-Sukmajaya,  Anak Dibawa ke Learning Spot Center
SHARING: SDN Cisalak 3 gelar Sharing bersama Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif terkait penanganan ABK dan managemen perilaku ABK di sekolah, pada Sabtu (29/2). FOTO : SDN CISALAK 3 FOR RADAR DEPOK
pendidikan inklusi SDN Cisalak 3
SHARING : SDN Cisalak 3 gelar Sharing bersama Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif terkait penanganan ABK dan managemen perilaku ABK di sekolah, pada Sabtu (29/2). FOTO : SDN CISALAK 3 FOR RADAR DEPOK

 

SDN Cisalak 3, gelar sesi sharing bersama Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif terkait Penanganan ABK di sekolah, Sabtu (29/2). Giat tersebut mulai dari mengetahui ciri, dan jenis hambatannya.

Laporan : Tanya Audriatika

RADARDEPOK.COM – Total 30 peserta yang hadir dari SD se-Kecamatan Sukmajaya. Termasuk sepuluh  Sekolah Inklusi di luar kecamatan Sukmajaya. Giat diisi Hadi Priyadi selaku pengurus Kelompok Kerja Inklusif (POKJASIF) Kota Depok, dan Mella Psikolog SDN Cisalak 3.

Guru Pendamping Anak Inklusi SDN Cisalak 3, Supriyono menyebutkan, giat ini dalam rangka SDN Cisalak 3 sebagai piloting sekolah Inklusi di wilayah Sukmajaya. Ini guna memberikan ilmu bagi sekolah-sekolah imbas terutama di Kecamatan Sukmajaya. Sekolah imbas yakni sekolah reguler yang baru melaksanakan penyelenggaraan pendidikan inklusi. Sebelum ada sekolah inkulsi, para ABK selalu disekolahkan di Sekolah Luar Biasa (SLB).

“Namun sekarang sudah diakomodir oleh pemerintah, bahwa sekolah reguler pun bisa menerima anak berkebutuhan khusus.,” ujar Supriyono kepada Radar Depok, Senin (2/3).

Ada cara khusus untuk menangani ABK, yakni misalnya ketika ada anak yang tidak bisa konsentrasi atau fokus, serta hiperaktif. Salah satu cara antisipasinya kalau sudah tidak bisa diarahkan untuk tetap kondusif di kelas, akan di pull out atau diajak keluar kelas. Anak tersebut akan dibawa ke ruangan khusus Learning Spot Center (LSC), ketika disana akan diberikan intervensi.

Dalam giat ini terdapat penampilan menari dan baca puisi dari anak inklusi. Untuk yang menari, anak inklusif berkolaborasi dengan anak regulernya. Sekolah juga turut mengundang Kepada Bidang Sekolah Dasar Disdik Depok namun diwakili Pengawas Sekolah Inklusif dari Disdik, Ida Nurlaela.

Supriyono juga menambahkan, rencananya giat ini akan terus dilanjutkan, dengan tujuan guna membantu sekolah imbas. Dan dia berharap agar tidak serta merta anak berkebutuhan khusus,  selalu masuk ke SDN Cisalak 3. Meskipun selaku ploting sekolah inklusi, bisa ke sekolah lain juga.

“Untuk kuota bagi anak inkulsi sebesar 2-5% dari setiap PPDB, kurang lebih setiap kelas ada dua anak inklusi. Sekolah imbas inklusi ada empat, di antaranya SDN Mekarjaya 3, 20, dan 21,” tuturnya.

Untuk menentukan apakah anak tersebut tergolong ABK atau tidak, diadakan semacam pengawasan dalam kurun waktu 3 bulan. Jika terlihat perbedaan, diadakan kontak dengan orang tua. Lalu dilakukan assessment dengan psikolog. Setelah itu anak baru bisa ditentukan apakan ABK atau tidak. (rd)

 

Jurnalis : Tanya Audriatika

Editor : Pebri Mulya