Beranda Metropolis Sensus Penduduk di Depok Baru 14 Persen

Sensus Penduduk di Depok Baru 14 Persen

0
Sensus Penduduk di Depok Baru 14 Persen
SENSUS PENDUDUK : Seorang warga menunjukkan website Badan Pusat Statistik (BPS) sebelum mengisi sensus penduduk secara online, Kamis (5/3). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
sensus penduduk online sementara
SENSUS PENDUDUK : Seorang warga menunjukkan website Badan Pusat Statistik (BPS) sebelum mengisi sensus penduduk secara online, Kamis (5/3). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sensus Penduduk 2020 di Kota Depok sudah dilaksanakan secara daring  sejak 15 Februari hingga 31 Maret nanti. Sejumlah data kependudukan warga Depok, mulai masuk ke dalam database milik Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok. Sayangnya, dari sejutaan penduduk Depok baru 14 persen yang masuk.

Kepala BPS Kota Depok, Ahmad M. Saleh mengatakan, hingga saat ini sudah 14 persen data penduduk Depok, yang masuk dalam sistem sensus daring yang disediakan di website BPS. “Data yang masuk sebanyak 20.435 Kepala Keluaraga (KK), kalau jumlah penduduk yang sudah terdata sebanyak 75.499 orang,” kata Ahmad Saleh kepada Radar Depok, Kamis (5/3).

Dia mengungkapkan, dalam sensus kali ini pihaknya menargetkan data penduduk sebanyak 1,9 Juta jiwa. Sesuai dengan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok.

“Biasannya di negara berkembang, jumlah penduduk selalu bertambah setiap tahun. Jadi bisa saja kalau sensus daring 100 persen terlaksana, jumlah penduduk bisa lebih banyak dari target,” tuturnya.

Dia menjelaskan, sesuai arahan PBB, selain melakukan sensus penduduk BPS juga melakukan sensus perumahan. “Kalau data jumlah perumahan belum tersedia saat ini,” jelasnya.

Dia menambahkan, jika sampai 31 Maret ada masyarakat yang belum ikut serta dalam sensus penduduk daring. Pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan. Intinya dalam sensus tidak ada yang terlewatkan didata atau terdata ganda.

Karena itu, pada sensus ada dua periode kegiatan, yaitu periode sensus daring dan periode sensus wawancara pada 1-31 juli 2020. Seberapapun persentase capaian sensus daring. “Maka orang yang tidak melakukan sensus daring, akan didatangi petugas sensus untuk diwawancarai,” bebernya.

Terakhir, dia mengimbau agar seluruh warga bisa berpartisipasi dalam sensus penduduk 2020 ini. Sebab, banyak manfaat yang akan dirasakan masyarakat kelak.

“Harapan saya untuk penduduk yang waktunya super sibuk, seperti para pejabat penting, para artis, tokoh nasional, warga yang tinggal di apartemen, perumahan,  para mahasiswa atau generasi melek IT, ASN, anggota TNI/POLRI, mari manfaatkan kemudahan sensus penduduk melalui sensus penduduk daring,” terangnya.

Sementara, salah satu warga Ramadan Muhammad mengaku, belum tahu ada sensus daring dan sensus wawancara. Kemungkinan besar warga yang ada di Kelurahan Abadijaya juga belum tahu. Malah, warga Jalan Danau Tondano ini baru tahu saat dikonfirmasi. “Kemunginan besar kurangnya sosialisasi yang dilakukan BPS. Harus masif lagi,” singkatnya. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya