Beranda Utama Serukan PHBS-Germas Secara Masif

Serukan PHBS-Germas Secara Masif

0
Serukan PHBS-Germas Secara Masif
Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, T. Farida Rachmayanti.
farida tentang guru honorer
Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, T. Farida Rachmayanti.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dalam upaya mencegah penyebaran virus Korona, Anggota DPRD Kota Depok terus mendorong Pemkot Depok untuk intens melakukan berbagai langkah preventif.

Seperti disampaikan Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, T. Farida Rachmayanti. Ia menilai, pemkot harus terus menyerukan dan mengedukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Farida menyarankan, pada kondisi seperti ini benteng pertama adalah daya tahan tubuh. Hal tersebut bisa diefektifkan oleh seluruh keluarga melalui program Posyandu dan Posbindu. Hingga berolahraga, banyak minum air putih, makan sayuran, dan sesering mungkin mencuci tangan.

“Melalui jalur pendidikan juga bisa. Siswa disadarkan memiliki pola hidup sehat. Misalnya, membawa bekal dari rumah jauh lebih aman, ada imbauan dari sekolah,” ungkap politisi PKS ini.

Selain itu dibutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak, terutama dalam hal preventif. Kemudian segera lakukan tindakan penanganan jemput bola, jika ada laporan atau data terbaru warga yang terindikasi. Kemudian pastikan sarana komunikasi ke pemerintah dapat terakses dengan mudah, call center harus efektif dan responsif.

“Adanya Crisis Center setuju. Inikan untuk mengefektifkan koordinasi, mengonsolidasikan sumberdaya. Sehingga lebih taktis dalam mengambil keputusan. Adanya Crisis Center berarti sistem penanganan menjadi jelas,” tegas Farida.

Ia melanjutkan, ada sepuluh indikator PHBS yang relevan untuk kini dan jangka panjang. Di antaranya kesadaran pemberian ASI eksklusif bagi bayi hingga dua tahun. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, penggunaan air bersih, pastikan keberadaan jamban sehat, konsumsi buah dan sayuran.

“Meski begitu kami harapkan warga tetap tenang. Karena Insha Allah Pemkot Depok sudah menunjukkan komitmen dalam menjaga warganya,” ucap Farida.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Depok, Supriatni mengatakan, meski ada informasi dari pemerintah pusat terdapat warga Depok yang diduga terpapar virus Korona, ia berharap agar tidak berlebihan dalam menyikapi virus tersebut.

“Tak perlu berlebihan, tapi jangan dianggap remeh juga. Harus ada antisipasi yang tepat dari pemerintah pusat, provinsi, dan Pemkot Depok,” harap Supriatni kepada Radar Depok, Rabu (4/3).

Politikus perempuan dari Golkar ini melanjutkan, penanganan bisa melalui tindakan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, kemudian memberikan sosialisasi pencegahan. “Informasi yang dibutuhkan terkait virus itu perlu disosialisasikan, hingga nomor yang dihubungi ketika ada temuan,” ucapnya.

Supriatni berharap, warga selalu menjaga kebersihan diri sendiri maupun areal sekitar rumah, dan tidak melakukan kegiatan yang sifatnya tidak penting, seperti bepergian ke luar negeri yang terjangit virus tersebut.

Wakil rakyat Dapil Pancoranmas ini pun menegaskan, sebagai manusia yang berketuhanan, tentu dalam konteks berdoa harus memanjatkan doa kepada Allah SWT. “Tidak akan menimpa kepada siapapun tanpa seizin Allah SWT. Untuk itu, dalam menyikapinya kita perbanyak berdoa dan berdzikir serta bergantung kepada Allah semata,” tegasnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo meminta agar masyarakat lebih tenang dalam menghadapi virus Korona. “Kita serahkan ke Dinas Kesehatan sebagai leading sektor dalam penanganan penyebaran Korona,” ujar Hendrik kepada Radar Depok.

Hendrik menilai, ada batas waktu yang diperlukan hingga Korona benar-benar dinyatakan bersih dan hilang. Ia berharap kejadian ini tidak berulang, maka dibutuhkan pengawasan tidak hanya sekedar giat seremoni. “Jangan hanya muncul, viral, dan hilang, tapi harus terus dikawal dan diawasi,” tegasnya.

Hal berbeda disampaikan politisi PKB dapil Sawangan-Bojongsari-Cipayung, Babai Suhaimi. Ia mengatakan, budaya hidup bersih bukan hanya dilakukan saat ada Korona saja, melainkan harus setiap hari.

“Ada Korona atau tidak, budayakan selalu hidup bersih setiap hari,” tutur Babai kepada Radar Depok, Rabu (4/3).

Selain itu, fasilitas kesehatan perlu ditingkatkan, sehingga Kota Depok mampu mengurus warganya sendiri jika sakit. Menurutnya, urgensi pembuatan RSUD yang perlu ditambah tentunya bisa menjadi atensi.

“Masalah kematian bukan hanya Korona, tapi persoalan kematian paling tinggi ada TBC, DBD, dan penyebab lainnya,” tandas Babai.

Sementara itu, pantauan Radar Depok di sejumlah pusat perbelanjaan mulai ramai dikunjungi warga. Salah satu warga asal Cilodong, Yuni Purwanti mengaku, sengaja belanja lebih banyak dari biasanya.   “Belanja banyak ini bukan hanya pengaruh Korona, tapi ini kan awal bulan, jadi sekalin belanja bulanan,” ungkap Yuni.

Hal lain juga diungkapkan warga Cipayung, Wahyu Sutrisno. Menurutnya rasa khawatir pasti ada, tapi setelah ada imbauan dari pemerintah ia lebih tenang. “Setelah ada imbauan jangan panik, kami jadi lebih tenang. Kalau soal belanja, karena ini memang sekalin belanja bulanan aja,” singkat Wahyu. (rd)

 

Jurnalis : Tim Radar Depok

Editor : M. Agung HR (IG : @agungimpresi), Pebri Mulya