Singkirkan Ego, Dahulukan Kemanusiaan

In Utama
pradi supriatna pakai baju putih
Pradi Supriatna.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna membuat pengakuan mengejutkan. Dia mengaku tidak dilibatkan dalam Gugus Tugas Percepatan Penganan Covid-19 Kota Depok. Namun demikian, ia tak ingin membuat gaduh suasana Kota Sejuta Maulid yang tengah kalut.

“Iya itu benar (tidak dilibatkan). Bahkan sekalipun saya tidak pernah diajak rapat,” ungkapnya kepada Radar Depok, Rabu (25/3).

Namun demikian, dirinya tak mau mempermasalahkan. Baginya, wujud pelayanan tidak perlu terangkum dalam struktural lembaga.

Sebab selama ini, dalam penanganan korona, dirinya sudah terjun langsung ke masyarakat. Membagikan hand sanitizer. “Termasuk menyosialisasikan untuk tetap di di rumah kepada masyarakat,” beber dia.

Dirinya hanya berpesan, agar dalam penanganan virus berbahaya ini, diperlukan kebijasanaan. Singkirkan dulu ego, namun dahulukan kemanusiaan.

“Singkirkan ego. Dahulukan kemanusiaan. Masyarakat,” terangnya.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok ini menambahkan, partainya juga ia telah instruksikan untuk melakukan kerja nyata dalam pencegahan korona. Langkah-langkah yang dilakukan, seperti penyemprotan disinfektan dan pembagian hand sanitizer. “Masyarakat bila ingin pelayanan penyemprotan (disinfektan) bisa langsung ke kantor DPC,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Pusat Studi Kemanusiaan dan Pembangunan (PSKP), Efriza menilai, pengakuan Pradi menunjukan ada ketidakharmonisan dengan Walikota Depok, Mohammad Idris.

“Sebenarnya apakah telah ada pembagian tugas di antara mereka,” ujarnya.

Jika memang ada pembagian tugas, bagi Efriza, semestinya disampaikan dengan jelas dan transparan agar kecurigaan ini tidak merebak di masyarakat. Apalagi setelah kedua pejabat ini jarang tampil bersama.

Dosen Ilmu Politik di Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIP-AN) ini menambahkan, keharmonisan kedua pejabat daerah ini sangat penting, dalam mengatasi korona di Kota Depok.

“Penanganan Covid-19 memang telah ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo, dengan menginstruksikan setiap daerah untuk membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” sambungnya.

Sayangnya, acapkali, menurut Efriza, tampak bahwa Gugus Tugas Penanganan Covid-19 ini hanya menyampaikan data statistik saja, mengenai perkembangan pasien dari positif Covid-19. Ini terjadi bisa saja, menampakkan bahwa eksekutif di daerah kebingungan menjabarkan langkah-langkah kerja yang akan dilakukannya.

“Akhirnya, kebijakan untuk mengatasi penanganan Covid-19 dilakukan dengan cara parsial saja bukan dengan terencana dan bersifat menyeluruh,” katanya.

Efriza mencontohkan, penerapan social distancing (pembatasan sosial), memang benar. Tetapi penerapan ini juga perlu disertai semangat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, pelayanan ini bisa bersifat komunikasi yang transparan, efektif, dan tentu saja langkah-langkah kebijakan yang telah dilakukan dan akan dilakukan oleh pemerintah kota Depok. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

BNN Depok disinfektan

Kantor BNN Depok Disemprot Disinfektan

CEGAH KORONA : Petugas keamanan BNN Kota Depok saat melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh fasilitas

Read More...
gungung anak krakatau nasa

Sangat Jelas, Ini Hasil Foto Gunung Anak Krakatau dari NASA

Penampakan Gunung Anak Krakatau pasca-meletus pada akhir pekan kemarin hasil jepretan NASA. FOTO : NASA

Read More...
masker SD Muhammadiyah Sawangan

SD Muhammadiyah Sawangan Bagi-bagi Masker ke Warga

BERBAGI : SD Muhammadiyah Kecamatan Sawangan membagi-bagikan masker kain kepada pengendara, Minggu (19/04). FOTO :

Read More...

Mobile Sliding Menu