Studio Alam Indah Disterilisasi

In Utama
sterilisasi virus korona di depok
JAGA KONDUSIFITAS : Petugas kepolisian saat sedang melakukan sterilisasi di TKP Perumahan Studio Alam Indah A 2 RT 07/10 Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya. Strelisasi dilakukan sekitar pukul 20.00 WIB, Senin (2/3). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Warga Perumahan Studio Alam Indah di Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya dibuat geger. Sebuah rumah terpasang garis polisi melintang di depan halaman rumah tersebut, pada Senin (2/3).

Ya, di lokasi itu merupakan tempat tinggal seorang ibu berinisial MD (64) dan anaknya NT (31) yang dinyatakan positif terkena virus Korona. Keduanya kini sedang dalam masa perawatan di  RSPI Sulianti Saroso, Jakarta.

Sementara itu, sekitar pukul 16;00, pembantu rumah tangga yang bekerja sehari hari di kediaman pasien positif korona di evakuasi oleh petugas dinas kesehataqn Kota Depok. Pria yang  menggunakan kaos berwarna abu abu tersebut sempat disemprotkan cairan desinfektan oleh petugas Dinkes Kota Depok ketika keluar rumah.

Untuk  mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Kapolsek Sukmajaya AKP Ibrahim J Sadjab menginstruksikan anggotanya untuk melakukan sterilisasi di sekitar Perumahan Studio Alam Indah Kecamatan Sukmajaya, sekitar pukul 20.00 Senin (2/3).

“Kami memohon kerjasamanya kepada teman media, dan warga semua yang masih berada disini untuk menjauh dari area TKP, lokasi akan distrelisasikan,” tegas Ibrahim di lokasi.

Ia menjelaskan, hal ini dilakukan untuk menjaga kondusifitas warga sekitar maupun pihak kepolisian dalam menjaga TKP. “Lokasi terpaksa kita sterilkan untuk menjaga hal hal yang tidak diinginkan, bagi warga dan media dilarang mendekat,” ungkap Ibrahim.

Sementara itu, sejumlah awak media yang masih bertahan di lokasi terpaksa harus memundurkan pantauannya ke pos security. Tak hanya itu, warung yang tak jauh dari rumah tersebut juga tutup. Sejumlah warga yang tadinya berkumpul mulai masuk ke dalam rumahnya masing-masing.

“Warga juga diminta masuk ke rumah semuanya. Kami minta kerjasamanya, kita sama-sama bertugas” ucap Ibrahim.

Terpisah, Ketua RT07 Teguh Prawiro menyampaikan apresiasi kepada petugas maupun pihak lainnya yang bertugas. Ia menilai, sterilisasi agar warganya tidak mengalami ke khawatiran yang berlebihan sehingga berdampak yang tidak diinginkan.

“Karena disini juga kan para pekerja, kasihan kalau ramai sampai malam. besok harus kembali bekerja lagi,” ujar Teguh.

Meski begitu, Teguh mengatakan, kedua warganya tersebut dalam kondisi baik dan sudah mendapat penanganan medis dari tim dokter. Hal ini diketahui Teguh saat berkomunikasi dengan MD yang dirawat bersama anaknya NT.

“Saya sempat komunikasi dengan beliau (pasiesn positif korona) masih baik-baik saja. Yang bersangkutan bilang dirawat dengan baik,” kata Teguh.

Dari hasil perbincangannya, ibu berusia 64 tahun itu berharap dapat segera sembuh dan beraktivitas kembali seperti biasa. Teguh menuturkan perawatan yang dijalani tak ‘semengerikan’ bayangan masyarakat karena dapat menggunakan handphone.

“Beliau mengatakan dirawat dengan baik dan berharap mendapat kesembuhan. Baru saja berkomunikasi, jangan dibayangkan tidak bisa berkomunikasi,” ujarnya.

Perihal penjemputan pembantu dan penyemprotan cairan desinfektan oleh Dinas Kesehatan, ia mengaku tak tahu pasti karena ia tiba di rumahnya selepas penjemputan dan penyemprotan desinfektan. “Saya enggak tahu kalau itu, karena baru datang. Tapi saya sudah minta penyemprotan cairan desinfektan lagi, minta ke Dinas Ketahanan,” tuturnya.

Selain itu lanjutnya, ia berharap Dinkes dapat memberikan masker bagi warga perumahan. Pemberian masker guna memberi rasa aman kepada warga, agar tak panik dengan kejadian ini.

“Kalau bisa juga ada petugas medis yang standby, sehingga ketika warga merasakan sesuatu. Gejala tidak enak bisa langsung datang ke petugas medis,” ujarnya.

Teguh juga berharap pemberitaan media massa terkait dua warganya yang masih dirawat tak membuat warga lainnya terkucilkan. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

guru besar FTUI kenalkan

Guru Besar FTUI Kenalkan Biopestisida di Sembalun

MENGENALKAN : Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Prof Misri Gozan, dan tim terjun

Read More...
e sport dengan kadskominfo

Cabor E-Sports Hadir di Kota Depok, Pemkot Beri Dukungan

TERIMA : Kadiskominfo Kota Depok Sidik Mulyono yang menerima Audiensi Ketum PB E-Sports Indonesia Kota

Read More...
pelantikan e sport

Deklarasi, Inilah Struktur PB ESI Kota Depok

SEMANGAT : Suasana pengukuhan pengurus PB ESI Kota Depok beberapa waktu lalu. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Mobile Sliding Menu