Suspek Korona Asal Cipayung Dipulangkan

In Utama
Direktur Utama RSUD Kota Depok, Devi Mayori
Direktur Utama RSUD Kota Depok, Devi Mayori

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok telah merujuk satu pasien diduga gejala mirip Korona atau Covid-19 ke RSPI Sulianti Saroso, Jakarta. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah penanganan cepat Pemkot Depok menghadapi virus Korona di Kota Depok, Selasa (3/3).

Terkait hal itu, Direktur Utama RSUD Kota Depok, Devi Mayori menyatakan, pasien yang dirujuk berjumlah satu orang merupakan warga ber-KTP DKI Jakarta tetapi tinggal di daerah Cipayung.

Penuturan Devi, awalnya pasien mengeluh pusing, batuk, pilek, dan baru pulang dari China satu bulan yang lalu. Karena dia bekerja di China.

“Yang jelas ia khawatir dengan dirinya, berdasarkan hal itu RSUD konfirmasi ke RSPI Sulianti Saroso. Nah, ternyata hasilnya belum keluar, dia dipulangkan,” ungkap Devi kepada Radar Depok, Selasa (3/3).

Pasien dirujuk sekitar pukul 10.30 wib menggunakan ambulans RSUD. Sedangkan untuk hasilnya berdasarkan informasi akan diketahui sekitar dua hari. Pemeriksaan dilakukan pada Swab tenggorokan untuk mengetahui apakah di tubuh pasien bersarang virus Korona atau tidak.

Sebelumnya, Manager On Duty RSUD Kota Depok, Setya Hadi Saputra mengatakan, RSUD Kota Depok siap melakukan penanganan masyarakat yang diduga terkena virus Korona. Hadi mengatakan bahwa RSUD Kota Depok menerima satu pasien dan telah di rujuk ke RSPI Sulianti Saroso.

“Diduga pasien yang datang memiliki gejala dengan kemiripan virus Korona,” ujar Hadi kepada Radar Depok.

Hadi menjelaskan, pasien tersebut datang ke RSUD Kota Depok dengan melaporkan gangguan kesehatan, seperti batuk, pilek, dan sesak. Setelah dilakukan observasi dan penelusuran pasien berjenis kelamin pria usia 26 tahun, RSUD Depok telah merujuk dan sampai ke RSPI Sulianti Saroso sekitar pukul 13.00.

Hadi mengungkapkan, pasien berasal dari wilayah Kecamatan Cipayung dan sebulan yang lalu telah pulang dari China. RSUD Depok meminta masyarakat untuk tidak cemas dengan memborong masker maupun hand sanitezer di apotik maupun toko obat berizin.

Sesuai arahan Gubernur Jawa Barat, Kementerian Kesehatan, dan Walikota Depok, RSUD Kota Depok selalu siap melakukan penanganan menghadapi virus Korona.

Hadi menuturkan, RSUD Kota Depok telah menyiapkan ruangan isolasi untuk penanganan pasien yang diduga memiliki gejalan virus Korona. Selain itu, RSUD Kota Depok mengajak masyarakat melawan dan tidak paranoid terhadap kasus virus Korona.

RSUD Kota Depok meminta masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan sebelum makan dan sesudah menjalankan aktifitas, jaga jarak dengan masyarakat yang hendak bersih maupun batuk.

“Masyarakat harus memiliki tekad dan niat untuk melawan virus Korona dengan menerapkan PHBS,” tutur Hadi.

Pemkot Bentuk Crisis Center Korona

Sebagai langkah penanganan dan pencegahan merebaknya virus Korona, Pemkot Depok membentuk Crisis Center Korona.

Sekretaris Daerah Kota Depok, Hardiono mengatakan, Crisis center Korona ditempatkan di lantai V Gedung Balaikota Depok. Tempat ini berfungsi sebagai pusat informasi dan koordinasi penanggulangan Korona di Kota Depok.

“Crisis Center ada di Lantai V Balaikota. Tempat ini sebagai bank data dan pusat informasi semua hal tentang Korona,” ucap Hardiono kepada Radar Depok, Selasa (3/3).

Crisis Center ini lanjut Hardiono, bakal dibuka selama 14 hari ke depan, terhitung sejak Selasa (3/3). Pihaknya juga menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai mitra dalam menjalankan Crisis Center Korona.

“Warga bisa menghubungi 112 jika ingin mengetahui informasi seputar Korona. Kami juga menggandeng Diskominfo dalam menyampaikan info masalah Korona ini,” pungkas Hardiono. (rd)

 

Jurnalis : Tim Radar Depok

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

PSBB di depok ramai lancar

PSBB Depok Ramai Lancar

PEMERIKSAAN IDENTITAS : Petugas gabungan melakukan pemeriksaan identitas pengendara yang berpenumpang dan tidak memakai masker

Read More...
Ilustrasi kartun whatsapp

WhatsApp Perluas Video Grup Hingga 8 Orang

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sekarang ini, berkomunikasi dengan orang lain baik

Read More...
WFH depok diperpanjang

WFH ASN Diperpanjang 13 Mei

DIPERPANJANG : Aparatur Sipil Negara (ASN) beraktifitas di kawasan Balaikota Depok. Masa pelaksanaan tugas kedinasan

Read More...

Mobile Sliding Menu