Terdakwa Penipuan Dituntut Rp7 Miliar

In Metropolis
kejaksaan negeri kota depok
Kejaksaan Negeri Kota Depok.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Depok Putri Dwi Astrini dalam surat tuntutannya, menuntut Novi Nurliana berupa pidana penjara selama empat tahun.

“Terdakwa telah terbukti bersalah melanggar ketentuan hukum sebagaimana Pasal 378 KUPidana tentang Penipuan,” ujar Putri saat ditemui Radar Depok, Jumat (20/3).

Novi Nurliana sebelumnya, dijerat dengan Dakwaan Alternatif, yakni Kesatu, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 374 KUHPidana atau Kedua, melanggar Pasal 378 KUHPidana.

Putri menuturkan, aksi penipuan itu muncul saat terdakwa berkenalan dengan Saksi Korban H Arifin Tahir di pesawat dalam perjalanan dari Kendari menuju Jakarta. Saat itu, terdakwa memperkenalkan dirinya sebagai Kepala Manager Keuangan di PT IFISHDECO Cabang Kendari, Sulawesi Tenggara yang bergerak di bidang pertambangan nikel yang dapat mengeluarkan/mengadakan Purchasing Order (PO) berupa pengadaan pasir, kayu, semen, besi, kapur dan batu.

“Sekira bulan Juni 2019, terdakwa mengajak korban untuk bertemu di Restaurant Sate Senayan Jalan Margonda Raya. Disitu, terdakwa menawarkan PO Pengadaan Pasir untuk Pabrik Smelter (pengolahan tambang) yang menurut terdakwa, akan dibangun oleh perusahaan tempat terdakwa bekerja,” ungkapnya.

Dalam pertemuan itu, Putri menambahkan, terdakwa menjanjikan korban akan memberikan keuntungan sebesar 10 persen. Sehingga korban mengirimkan modal ke rekening terdakwa, karena korban merasa tertarik atas penawaran PO yang dikeluarkan terdakwa.

“Karena tertarik, maka korban meminta kepada Saksi Hj Zumrah Arifin untuk mentransfer modal sebesar lima miliar rupiah. Setelah menerima modal,” jelasnya.

Akhirnya, terdakwa membuatkan kontrak dengan menjanjikan akan mengembalikan seluruh modal ditambahkan profit bersih sebesar Rp 600 Juta, sehingga secara keseluruhan sebesar Rp5,6 miliar yang akan diserahkan terdakwa ke korban dengan jatuh tempo (17/8/2019) yang nantinya akan ditransfer terdakwa ke korban.

Menurut JPU, terdakwa tidak hanya disitu kemudian menawarkan PO lagi kepada korban senilai Rp3,1 miliar, dengan menjanjikan keuntungan sebesar Rp325 Juta. Lagi-lagi terdakwa menjanjikan korban akan mengembalikan modal beserta keuntungan yang nantinya akan ditransfer dengan jatuh tempo (28/7/2019).

Terdakwa kembali mengajukan PO, yang ketiga kepada korban dengan nilai Rp625 Juta dan terdakwa berjanji akan menggabungkan PO tersebut dengan PO sebelumnya beserta seluruh profitnya. Namun, uang PO-PO tersebut diakui oleh terdakwa dipergunakan untuk keperluan pribadinya.

Untuk membayar hutang-hutang serta memenuhi kebutuhan hidupnya. Maka, atas perbuatan terdakwa tersebut saksi korban mengalami kerugian sebesar Rp 7.050.000.000.

“Emang sudah ada pengembalian uang milik korban. Adapun pengembalian itu berupa aset milik terdakwa yang diberikan kepada korban. Aset tersebut berupa rumah, mobil dan sejumlah uang. Akan tetapi, kerugian korban masih cukup besar jumlahnya, yakni sebesar empat miliar rupiah,” tukas Putri. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

ilustrasi penyebaran virus korona

Waspada, Virus Korona Bisa Menular Lewat Kentut

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Virus Korona (Covid-19) terbukti bisa menular melalui droplets atau percikan air liur dari

Read More...
PSHT bantu tenaga medis

PSHT Depok Berbagi Jamu dengan Tenaga Medis

PEDULI : Keluarga Besar PSHT barikan bantuan kepada tim medis di RS Brimob, Sabtu (18/04).

Read More...
BLT di negeri jepang

Di Jepang, Tiap Warga Dapat Rp14,5 Juta Hadapi Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Pemerintah Jepang tengah serius untuk mengentaskan penyebaran virus Korona. negara dibawah kepemimpinan Perdana

Read More...

Mobile Sliding Menu