Beranda Utama UI Kembangkan Propolis Obat Virus Korona

UI Kembangkan Propolis Obat Virus Korona

0
UI Kembangkan Propolis Obat Virus Korona
ILUSTRASI
universitas indonesia UI
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Penelitian Universitas Indonesia (UI), menemukan senyawa propolis berasal dari lebah tetragonula biroi aff. Peniliti dari Fakultas Teknik, Muhamad Sahlan ini diklaim dapat menjadi alternatif pengobatan dan penyebaran virus korona atau Covid-19.

Sahlan menyebut, propolis tersebut terbukti memiliki komponen penghambat alami, yang dapat digunakan untuk menghasilkan obat dengan efek negatif. Minimal baik terhadap tubuh manusia maupun sumber daya alam yang tersedia.

Menurutnya, komposisi propolis tidak selamanya sama di seluruh dunia. Ini lantaran memiliki karakteristik berbeda tergantung pada sumber tanaman dan lokasinya.

“Perbedaan tersebut akan membedakan senyawa-senyawa propolis yang dihasilkan,” kata Sahlan yang sudah sembilan tahun meneliti propolis kepada Radar Depok, Kamis (5/3).

Sahlan mengatakan, saat ini sebagian negara di dunia tengah mengembangkan obat vaksin untuk mengobati penyakit yang disebabkan virus korona. Salah satunya Tiongkok, sumber penyebaran Covid-19.

Peniliti Tiongkok, Profesor Yang dari Universitas Teknologi Sanghai berhasil memetakan struktur protein virus korona yang harus menempel pada sel hidup yaitu paru-paru manusia.

Covid-19 harus menempel pada sel hidup sebelum menyuntikkan struktur genetiknya pada sel hidup tersebut untuk berkembang biak.

Oleh karena itu, untuk memutus aktivitas ini, dikembangkan senyawa kimia penghambat bernama N3 sebagai alternatif obat untuk Covid-19.

Sahlan menyampaikan, pada penelitiannya, propolis yang dia teliti memiliki sifat menghambat proses menempelnya virus terhadap sel manusia yang mirip dengan senyawa N3.

Dengan menggunakan struktur model Covid-19 yang ada, senyawa-senyawa propolis diujikan. Untuk melihat apakah dapat membentuk ikatan pada virus Covid-19 bila dibandingkan dengan ikatan senyawa N3.

Hasil pengujian, memperlihatkan tiga dari sembilan senyawa di propolis asli Indonesia memiliki kekuatan menempel yang cukup baik pada virus Covid-19. Bila senyawa N3 memiliki nilai -8, senyawa Sulawesins a memiliki nilai -7.9, Sulawesins b (-7.6) dan deoxypodophyllotoxin (-7.5).

“Jadi, semakin negatif nilai yang dimiliki menunjukkan semakin besar kemampuan senyawa menempel pada virus Covid-19. Hal ini membuat virus tidak dapat menempel pada sel hidup manusia untuk kemudian berkembang biak,” beber Sahlan.

Sementara itu, Dekan FTUI, Hendri D.S Budiono menyebut penelitian propolis yang dilakukan Sahlan belum masuk kedalam tahapan klinis. Lantaran Indonesia baru mengumumkan pasien positif korona pada Senin 2 Maret 2020 lalu.

Akan tetapi, hasil penelitiannya diyakini sangat menjanjikan untuk dikembangkan sebagai alternatif obat dari Indonesia. Ini untuk menyembuhkan maupun mengurangi perkembangan virus Corona tidak hanya di Indonesia tetapi juga ke negara lain.

“Saat ini penelitian yang dilakukan dosen kami dan tim sedang pada tahap mengenali senyawa-senyawa yang potensial untuk dikembangkan sebagai obat Covid-10. Tahapan selanjutnya adalah pengoptimasian senyawa-senyawa tersebut sebelum dilakukan uji klinis dan pengembangan obat,” tandasnya. (rd)

 

Jurnalis : Fahmi Akbar (IG : @akbar.fahmi.71)

Editor : Pebri Mulya