Beranda Utama Warga Belum Kenal Calon

Warga Belum Kenal Calon

0
Warga Belum Kenal Calon
COBLOS : Simulasi Pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah Kota Depok  Radar Depok di Pasar Agung Depok, Kecamatan Sukmajaya, Rabu (26/2). FOTO : JOANINHA ELIZA VAZ/RADAR DEPOK
simulasi radar depok
COBLOS : Simulasi Pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah Kota Depok  Radar Depok di Pasar Agung Depok, Kecamatan Sukmajaya, Rabu (26/2). FOTO : JOANINHA ELIZA VAZ/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK — Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok yang kini ngebet menjadi nomor satu di Depok, sepertinya harus sering-sering unjuk gigi kepada warga. Keladinya, saat Radar Depok mengadakan Simulasi umumnya pemilih mengaku belum mengenal 13 nama calon dalam surat suara. Tapi hebatnya, pemilih sudah mengetahui 23 September 2020 hari pencoblosan Pilkada Depok.

Pedagang sandal di Pasar Agung, Tito menyebutkan, ketika simulasi, bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Depok yang  dipilih hanya berdasarkan foto yang menurutnya menarik. “Saya juga gak tahu mereka siapa, saya pilih ini karena cakep aja,” tuturnya kepada Radar Depok, Rabu (26/2).

Tak sedikit juga yang memilih Mohammad Idris dan Pradi Supriatna lagi untuk menjadi Walikota dan Wakil Walikota. Selain karena mau melanjutkan kepemimpinan yang lama, juga mereka minim informasi terkait para calon walikota yang lainnya.

Hal itu tercermin pada Surya, seorang supir angkot. Dia memilih tak lain dan tak bukan, karena kurangnya informasi mengenai para calon. “Ya, saya pilih mereka lagi deh, biar dilanjutin lagi aja. Lagi pula saya juga gak ada yang kenal selain mereka,” ungkap Surya di Pasar Musi.

Kekuatan dekat dengan masyarakat ternyata penting dalam mengumpulkan suara. Tak perlu pintar retorika, hanya dekat dan membangun komunikasi ciptakan kerekatan dengan masyarakat. “Saya pilih petahana. Dia sering ngopi bareng sama saya,” kata Rudi salah satu warga Cimanggis.

Sementara, seorang wirausaha tanaman di Jalan Raya Bogor, Siti B mengungkapkan, seorang pemimpin bukan hanya berurusan dengan yang setaranya saja. Seorang pemimpin perlu sambangi warga untuk cari perhatian dengan rakyatnya.

“Saya tidak pernah liat wajah-wajah ini. Kalau lewat saja terpampang di baliho-baliho lampu merah. Seharusnya, kenalan untuk menjalin silaturahmi,” tegasnya.(rd)

 

Jurnalis : Tim Radar Depok

Editor : Fahmi Akbar (IG : @akbar.fahmi.71), Pebri Mulya