korona 7
ILUSTRASI
korona 7
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kota Depok sudah harus mawas diri. Kuat dugaan, Virus Korona alias Covid 19, sudah merenggut satu nyawa warga Kecamatan Pancoranmas, Sabtu (21/3). Berita duka ini mencuat dari kerabatan korban yang kerap beraktifitas keagamaan. Sejauh ini positif Covid-19 di Kota Depok terdata ada 13 orang, bertambah 3 orang  Sabtu (21/3).

“Iya meninggal karena korona. saya dikabarin sama anaknya, kalau mamanya positif Covid 19. Tapi nggak banyak orang yang tau,” ungkap AC kerabat korban kepada Radar Depok, Minggu (22/3).

Sebelumnya, kata AC, pada Selasa (17/3) dia mau menjenguk korban di salah satu rumah sakit yang menangani pasien positif korona. Namun, niat untuk menjenguk pun gagal. Ini dikarenakan tidak diperbolehkan dari pihak keluarga maupun rumah sakit. Memang, korban sebelumnya sakit demam dan batuk. “Sempat kami dan teman-teman ingin jenguk, tapi nggak diperbolehkan. Akhirnya kami urungkan niat kami semua,” jelasnya.

Hal ini, lanjut AC, justru membuat penasaran. Sehingga AC coba berkomunikasi untuk memastikan penyakit yang di derita teman dekatnya itu. Setelah dilakukan komunikasi dengan teman lainnya, ternyata benar korban positif korona.

“Kabar pasti itu kami dapat setelah salah satu anaknya memberi informasi, kalau ibunya sudah meninggal. Anaknya bilang mama positif Covid 19, dan meninggal di rumah sakit,” tegas AC.

Menurut AC, korban langsung dimakamkan di TPU Sukamulya Tangerang Selatan, tanpa di bawa ke kediamannya di bilangan Kecamatan Pancoranmas, Depok. “Jadi korban langsung dimakamkan, nggak di bawa ke rumah. Itu juga hanya lima orang yang mengantarkan jenazah ke pemakaman. Kami tidak dibolehkan datang melayat,” beber AC ketika diwawancara.

Sampai saat ini, dari info yang dihimpun Radar Depok dari rekan terdekat, pihak keluarga sedang dalam pengawasan di Rumah Sakit rujukan. Hingga teman terdekat korban masih berkomunikasi dengan keluarga dari jarak jauh alias via smartphone.

Disaat bersamaan Minggu (22/3), positif Covid-19 di Kota Depok saat ini terdata 13 orang. Bertambah 3 orang dari Sabtu (21/3), yang terkonfirmasi hanya 10 orang yang menderita Covid 19. Sementara, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 87 orang, 9 orang dinyatakan selesai, dan 78 orang masih dalam pengawasan.

Sementara, Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Depok terdata 393 orang, dengan 182 orang dinyatakan selesai, dan 211 masih dalam pemantauan. “Terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Depok meningkat menjadi 13 orang,” kata Walikota Depok, Mohammad Idris dalam keterangan pers-nya, kemarin.

Akibat Kabupaten Bogor tidak bersedia memfasilitasi Kota Depok melaksanakan Rapid Tes di Stadion Pakansari. Walikota  berinisiatif untuk menjemput bola untuk mendatangi Rumah Sakit yang merawat pasien PDP, sekaligus tenaga kesehatannya.

Sedangkan untuk ODP, dan selain ODP terutama bagi warga yang harus di priorotaskan, petugas pelayanan langsung, dan tenaga kesehatan puskesmas akan dilaksanakan di alun-alun Kota Depok sesuai jadwal, dan ketersediaan alat rapid tes.

Untuk penanganan Covid 19, kata walikota, Kota Depok sudah dapat mengalokasikan anggaran melalui Belanja Tidak Langsung pada tahap awal sebesar Rp20 miliar. Dia juga memastikan RSUD bisa difungsikan untuk menangani PDP dan pasien Positif dengan kategori ringan dan sedang. “Serta merencanakan RSUI sebagai RS yang di dedikasikan untuk pasien PDP dan terkonfirmasi positif,” terang Idris.

Setelah dilakukan tes korona, dia bersama jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 dalam keadaan sehat walafiat. Dan dia mendoakan agar warga Kota Depok dapat keluar dari bencana Covid 19. “Alhamdulillah saya dan Tim Gugus Tugas Covid 19 sehat walafiat,” ucapnya

Saat dikonfirmasi terkait korban meninggal, Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Dadang Wihana enggan memberikan komentar lebih lanjut. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto), Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya