waspada korona di TPA
BERAKTIFITAS : Pekerja menggunakan alat berat untuk mengeruk sampah di TPA Cipayung, Kecamatan Cipayung. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
waspada korona di TPA
BERAKTIFITAS : Pekerja menggunakan alat berat untuk mengeruk sampah di TPA Cipayung, Kecamatan Cipayung. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Koalisi Persampahan Nasional (KPNas), Asosisi Pelapak dan Pemulung Indonesia, dan Ketua Umum Koalisi Kawal Lingkungan Indonesia (Kawali), menyampaikan pernyataan sikap kepada pemerintah pusat dan derah. Mereka meminta lindungi pemulung, pelapak dan warga sekitar Tempat Pembuangan Sampah Terpatu (TPST) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dari ancaman Covid-19.

“Fakta menunjukkan, banyak limbah infeksius/medis dari penanganan Covid-19 disinyalir diserahkan pada pihak ketiga. Sementara sisa-sisa hasil sortir limbah berbahaya itu dibuang di sembarang tempat,” kata Ketua Umum Koalisi Kawal Lingkungan Indonesia (Kawali), Puput TD Putra kepada Radar Depok, Minggu (29/3).

Mestinya, limbah infeksius itu harus dimusnahkan dengan suhu pembakaran insinerator minimal 800 ºC. Sampah rumah tangga, berkaitan dengan penanganan Covid-19 pada umumnya dikumpulkan dari rumah ke rumah. Dibawa ke tempat penampungan sementara, selanjutnya diangkut ke TPA.

Sampah yang dibuang di TPA/TPST itu langsung dipungut pemulung, bahkan ada yang naik ke atas truk sampah. Pemulung tak berpikir panjang tentang bahaya Covid-19 saat mengais sampah. Mereka bekerja penuh resiko. Pemulung bekerja tanpa masker, sarung tangan atau pelindung kerja yang aman secara medis.

Setelah keranjang atau gerobak penuh dibawa ke rumah atau gubuk-gubuk kumuh. Sampah itu dikumpulan untuk disortir. Setelah terkumpul banyak, seminggu atau dua minggu sekali dijual ke pelapak (waste collector).

“Harga sampah campuran/gabrugan tinggil Rp 600/kg, biasanya Rp 1.000-1.200/kg. Mereka bisa kekurangan pangan, busung lapar akhirnya terserang penyakit, dan ujungnya kematian. Jadi, hidupnya penuh bahaya,” bebernya.

Meski Kota Depok sedang terjangkit wabah korona, petugas Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kesehatan (DLHK) Kota Depok masih rutin mengangkut sampah. Hanya saja waktunya dibatasi, hanya sampai pukul 12:00 WIB.

Menurut Kabid Kebersihan DLHK Kota Depok, Iyay Gumilar mengatakan, masih menerjunkan petugas kebersihan untuk mengangkut sampah setiap hari. Namun, selama masa perkembangan korona pihaknya membatasi waktu pengangkutan sampah di lapangan. “Setiap hari kami masih ambil sampah dilapangan, hanya waktunya saja hanya sampai pukul 12:00 WIB,” kata Iyay.

Dia juga mengatakan, bagi masyarakat untuk mengumpulkan sampah malam hari, sehingga bisa langsung diambil saat pagi hari. Dia juga mengatakan selama korona, pihaknya juga masih beroperasi dengan normal. “Setiap hari kami masih mengangkut sampah dengan normal,” tutup Iyay. (rd/rub)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya