Wenny Haryanto
Wenny Haryanto.
Wenny Haryanto
Wenny Haryanto.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Wenny Haryanto meminta aparat keamanan untuk bekerja ekstra dan masif guna menangkap penimbun alat pelindung diri (APD), seperti masker, dan hand sanitizer. Terlebih kini tengah mewabah Virus Korona.

Wakil rakyat dari Dapil Jabar 6 (Kota Depok-Kota Bekasi) ini menilai, saat ini APD dirasakan langka dan menjadi mahal. Kemudian, penimbun sembako yang menyebabkan rakyat kian sulit mendapatkannya.

“Saya mendesak dengan sangat hormat agar Kepolisian bekerja lebih keras untuk menangkap para penimbun barang, terutama kebutuhan akan alat kesehatan,” ungkap Wenny kepada Radar Depok, Jumat (27/3).

Ia menegaskan, mengenai penimbun barang sudah diatur jelas dalam Undang-undang tindak pidana, yang tertuang dalam Pasal 107 UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, yang menyebutkan, Pelaku usaha yang menyimpan Barang kebutuhan pokok dan/atau Barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan Barang, gejolak harga, dan/atau hambatan lalulintas Perdagangan Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama lima (5) tahun.

“Dendanya paling banyak Rp50 miliar,” tegas Wenny.

Sebagai Anggota Komisi IX DPR RI yang bertanggung jawab di bidang kesehatan, Wenny berharap agar pemerintah pusat dan daerah segera mengatasi kelangkaan barang seperti APD dan sembako. Sehingga, masyarakat mudah mendapatkannya dan dengan harga terjangkau.

“Saya rasa pemerintah pusat dan daerah harus segera membanjiri pasar dengan berbagai alat perlindungan kesehatan dan juga termasuk sembako agar rakyat tetap sehat dan kuat. Caranya saya kira pemerintah pasti paham, mungkin bisa meminta semua industri tekstil dan industri lainnya mengalihkan sebagian mesin produksinya untuk memproduksi sendiri hazmat suit, masker, google glass, dan lainnya,” papar Wenny.

Ia pun mengucapkan apresiasi dan ribuan terima kasih kepada seluruh tenaga medis yang berada di garda terdepan untuk menanggulangi Covid-19. Selain itu, kepada masyarakat yang telah mengikuti arahan pemerintah, seperti berdiam diri di rumah jika tidak ada keperluan mendesak dan imbauan lainnya guna memutus mata rantai virus Korona.

“Para tenaga medis adalah pahlawan. Mari bantu mereka dan pemerintah mencegah penyebaran virus ini dengan melakukan physical distancing dan berdiam di rumah sementara waktu. Semoga Tuhan YME melindungi kita semua dan pandemik Covid 19 segera berakhir,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya