Beranda Ekbis dan Hiburan 150 Ribu Pekerja Pusat Perbelanjaan di Jabar Terancam Dirumahkan

150 Ribu Pekerja Pusat Perbelanjaan di Jabar Terancam Dirumahkan

0
150 Ribu Pekerja Pusat Perbelanjaan di Jabar Terancam Dirumahkan
TUTUP : Salah satu mal yang ada di Depok yaitu Pesona Square yang juga terpaksa menutup tokonya hingga waktu yang belum ditentukan. FOTO : ISTIMEWA
ilustrasi pesona square
TUTUP : Salah satu mal yang ada di Depok yaitu Pesona Square yang juga terpaksa menutup tokonya hingga waktu yang belum ditentukan. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pekerja di Pusat Perbelanjaan (Mal) di kawasan Jawa Barat (Jabar) yang diperkirakan berjumlah sekitar 150 ribu orang dari sedikitnya 73 Pusat Perbelanjaan terancam dirumahkan. Hal itu adalah dampak penutupan sementara Pusat Perbelanjaan saat pandemi virus Korona (Covid-19).

Untuk Kota Depok ada sekitar 11 pusat belanja dan trade center yang sudah tutup sejak akhir Maret 2020.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jabar, Arman Hermawan mengatakan, penutupan sementara ini dilakukan karena adanya imbauan maupun surat permintaan penutupan sementara Pusat Perbelanjaan dari Pemerintah baik di level Kecamatan, Pemerintah Kota/Kabupaten, dan Provinsi demi menghambat penyebaran virus Korona.

Hal ini mengakibatkan sejumlah besar penyewa/pedagang berkisar hampir 95 persen terpaksa berhenti membuka usahanya sampai jangka waktu yang tidak bisa ditentukan.

“Masih ada sekitar 5 persen yang mencoba untuk bertahan membuka usaha diantaranya adalah kategori Supermarket, Food and Beverages, maupun Healthy atau Pharmacy. Khusus untuk Food and Beverages sudah tidak melayani makan di tempat dan hanya melayani pembelanjaan online melalui ojek online,” ujar Arman.

Jika pandemi virus Korona berlangsung lebih lama lagi, kata Arman, industri bisnis usaha layanan retail para penyewa/pedagang akan semakin terpuruk hingga bangkrut.

“Perlu diketahui bahwa di setiap Pusat Perbelanjaan Modern maupun Semi Modern se-Jawa Barat juga banyak terdapat pengusaha kecil yang diakomodir untuk berusaha oleh masing masing Pusat Perbelanjaan. Mereka inilah yang paling pertama akan merasakan dampaknya mengingat keterbatasan kapital maupun sistem pelayanannya,” ucapnya.

Diharapkan APPBI, pemerintah memberikan insentif bagi industri tersebut karena jumlah karyawan yang menggantungkan hidupnya setiap hari di industri retail Pusat Perbelanjaan di Jabar cukup besar, mencapai sedikitnya 150.000 orang.

“Angka tersebut belum termasuk stakeholder lainnya seperti misalnya pengemudi ojek online yang merupakan mitra dalam pelayanan pembelian secara online,” imbuhnya.

Dukungan pemerintah baik dari pusat maupun daerah lewat dana bantuan sosial bagi karyawan terdampak juga sangat dibutuhkan.

Mulai Bulan April 2020, banyak anggota APPBI Jabar dan para penyewa/Pedagang yang sudah menyatakan tidak sanggup membayar sewa, biaya operasional selama penutupan sementara dan gaji karyawan karena mereka tidak mempunyai pendapatan apapun sebagai imbas penutupan pusat perbelanjaan dan toko-tokonya.

“Masih ada beberapa toko yang berusaha melakukan penjualan via pelayanan online, taking order maupun delivery, namun jumlahnya masih jauh belum menutupi operational cost,” ucap Arman.

Insentif fiskal lainnya yang diharapkan APPBI berupa penangguhan pembayaran pajak-pajak, keringanan asuransi, perpanjangan jangka berlakunya perijinan, sertifikasi personil/SDM dan alat pendukung yang sudah dikeluarkan sebelumnya. APPBI meminta pemerintah menangguhkan kewajiban pembayaran iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

APPBI juga meminta insentif dalam bentuk penghapusan pengenaan biaya minimum berlangganan, penundaan dan pemberian diskon pembayaran atas listrik dan air, sebagai mitra, PLN dan PDAM karena dampak masalah cash flow selama pandemi. Apalagi sangat banyak unit unit toko/counter kecil yang disewa para penyewa/Pedagang di pusat belanja adalah pengguna aliran listrik dengan daya 450VA dan 900 VA.

“Diharapkan dengan pemberian insentif yang disesuaikan dengan realita kondisi selama pandemi akan sangat membantu mempertahankan keberadaan penyewa/pedagang retail di Pusat Perbelanjaan dan seluruh karyawannya,” lanjut Arman.

APPBI Jabar berharap dapat berkomunikasi dan berkesempatan secara intensif berkoordinasi dan audiensi dengan Pemerintah dan BUMN/BUMD serta instansi terkait lainnya dalam rangka senantiasa mendukung Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam perjuangan melawan penyebaran Pandemi virus Korona.

“APPBI DPD Jabar mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jabar dan seluruh jajaran Pemerintah, Pemerintah Kabupaten dan Kota di Jabar beserta Aparat Kewilayahan yang sejak awal sudah berjuang melawan Pandemi virus Korona,” pungkas Arman. (rd/ina)

 

Jurnalis : Febrina (IG : @febrina.chandra32)

Editor : Pebri Mulya