korona meninggal di depok
RAPID TES : Petugas medis menunjukkan alat rapid test di RSU Bunda Margonda, Senin (6/4). Rapid tes yang diikuti oleh 100 wartawan tersebut, dilakukan untuk pencegahan penyebaran virus korona di kalangan wartawan di Kota Depok. FOTO : AHMAD FACHRY /RADAR DEPOK
korona meninggal di depok
RAPID TES : Petugas medis menunjukkan alat rapid test di RSU Bunda Margonda, Senin (6/4). Rapid tes yang diikuti oleh 100 wartawan tersebut, dilakukan untuk pencegahan penyebaran virus korona di kalangan wartawan di Kota Depok. FOTO : AHMAD FACHRY /RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok harus berlari lebih cepat mencegah korban meninggal, khususnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Tercatat hingga Senin (6/4), warga PDP Depok yang meninggal sudah 23 jiwa. Artinya, jika dijumlah dengan pasien positif Virus Korona atau Covid-19, sudah 31 warga yang meninggal.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, Tim Gugus Tugas Pecepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok telah berusaha melakukan penanganan pencegahan penyebaran Covid-19. Untuk klaster Covid-19 di Kota Depok, terdiri dari Imported Case dan transmisi lokal.

“Jumlah kluster cukup banyak namun di Kota Depok terdiri dari lokal,” ujar Dadang Wihana kepada Radar Depok.

Dadang Wihana menjelaskan, Penyebaran Covid-19 di Kota Depok sudah hampir merata di seluruh kelurahan dengan status bervariasi. Mulai dari terkonfirmasi positif, Orang Tanpa Gangguan (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP), hingga PDP. Untuk PDP yang meninggal mencapai 23 orang dari sebelumnya 20 orang. Namun, status PDP merupakan pasien yang belum dapat dinyatakan positif maupun negatif, karena harus menunggu hasil PCR yang dikeluarkan PHEOC Kementerian Kesehatan.

Dari Update data terkini Covid-19 Kota Depok, kasus yang terkonfirmasi positif mencapai 65 orang, sembuh 10 orang, dan meninggal delapan orang. Untuk OTG mencapai 493 orang dan masih dalam pemantauan 493 orang. PDP berjumlah 541 orang, selesai pengawasan 90 orang, dan masih dalam pengawasan 451 orang. Untuk ODP berjumlah 2.135 orang, selesai pemantauan 238 orang, dan masih dalam pematauan 1.897 orang.

Dadang mengungkapkan, pelaksanaan Tracing dilakukan dengan dua metode, metode pertama dengan melakukan telepon langsung kepada yang bersangkutan. Untuk metode kedua, dilakukan melalui kunjungan lapangan ke sasaran yang dilakukan Tim Surveillance dari Dinkes dan Puskesmas setempat. “Penangaab lainnya saat ini Kampung Siaga Covid-19 berbasis RW sudah terbentuk 809 kampung dari total 924 RW di Kota Depok,” terang Dadang.

Dadang menuturkan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok meminta, masyarakat Islam yang akan menghadapi Nisfu Syaban. Dapat melaksanakan di rumah dan tidak melaksanakan secara bersama di masjid maupun tempat lainnya. Nantinya, Kementerian Agama akan mengeluarkan surat edaran No6 Tahun 2020 tentang panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1441 Hijriyah ditengah Pandemik Covid-19, guna dipedomani seluruh umat Islam. (rd/dic)

 

Fakta dan Data Korona di Depok (Senin, 6 April 2020) : 

Terkonfirmasi Positif : 65 orang

Sembuh : 10 orang

Meninggal Positif : 8 orang

 

Orang Tanpa Gejala (OTG) : 493 orang

OTG Dalam Pemantauan : 493 orang

 

Orang Dalam Pemantauan (ODP) : 2.135 orang

Selesai Pemantauan ODP : 238 orang

Masih Dalam Pemantauan ODP: 1.897 orang

 

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) : 541 orang

PDP Selesai Pengawasan : 90 orang

Masih Dalam Pengawasan PDP : 451 orang

PDP Meninggal : 23 Orang

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto : (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya