panti pihat ditutup
TUTUP: Pol PP saat menutup tempat hiburan yang ada di Kota Depok. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK
panti pihat ditutup
TUTUP : Pol PP saat menutup tempat hiburan yang ada di Kota Depok. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Korps Penegak Perda kembali mengeluarkan taringnya dalam penerapan social distancing. Sudah beberapa hari ini, Satpol PP Kota Depok menutup lima warung internet (Warnet) dan 41 panti pijat. Tutup paksa tersebut menyusul cepatnya pesebaran wabah Virus Korona atau Covid-19 di Kota Depok.

Kabid Penegakkan Perda SatPol PP, Taufiqurrahman mengatakan, terus mengawasi dan melakukan penertiban, bagi masyarakat yang masih berkumpul dengan sepuluh orang atau lebih. Dia juga mengaku, telah menutup sejumlah tempat hiburan di Kota Depok. Tempat hiburan yang ditutup seperti karaoke, panti pijat, dan cafe.

“Kalau tempat usaha baru warnet, karena sering dimanfaatkan anak sekolah yang libur kumpul dan main game online. Sehingga sangat rentan penularan dikalangan anak-anak. Ada 41 panti pijat yang di tutup, sementara warnet baru lima, karena membandel,” kata Taufiq kepada Radar Depok, Selasa (31/03).

Hal tersebut menurutnya, dilakukan secara bertahap mengingat perkembangan penularan Covid-19 di Kota Depok yang masif. Namun, terdapat pengecualian terhadap rumah makan, dan pasar modern yang menyediakan kebutuhan pokok. Masyarakat masih bisa belanja namun tetap diterapkan sosial distancing.

“Untuk rumah makan dan pasar modern yang menyediakan kebutuhan pokok belum ada kebijakan ditutup, tapi kita arahkan tetap jaga jarak antrean di kasir dan pada kursi makan,” kata Taufiq.

Namun demikian, pedagang pasar tradisional masih tetap berjualan sebagaimana mestinya. Menurut, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Pasar Kemirimka, Hantoro, pedagang masih tetap berjualan.

“Banyak pedagang yang resah katanya pasar mau ditutup, sehingga kami keluarkan surat pengumuman bahwa berita tersebut tidak benar,” kata Hantoro.

Hantoro mengatakan, pedagang pasar Kota Depok menjadi resah karena pengunjung mulai ragu untuk mendatangi pasar.Ppasca beredarnya berita bahwa Pasar Kemirimuka akan ditutup. “Pedagang menjadi resah, karena pengunjung ragu untuk ke pasar,” katanya.

Namun, untuk tetap menjaga kesehatan para pedagang terus menjaga kebersihan. Demi kenyamanan pengunjung pihaknya mengimbau agar warga tetap melaksanakan budaya hidup bersih.

Dia juga sempat memasang spanduk di pasar Kemirimuka agar masyarakat tetap menggunakan masker saat ke pasar, dan selalu mencuci tangan.

“Kami pasang spanduk agar warga selalu cuci tangan, menggunakan masker dan tetap jaga jarak sesama pengunjung,” jelas Hantoro. (rd/rub)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya