ASN positif korona
RAPAT : Lurah Sawangan, Rahwana saat melakukan rapat dengan MUI Kecamatan Sawangan. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
ASN positif korona
RAPAT : Lurah Sawangan, Rahwana saat melakukan rapat dengan MUI Kecamatan Sawangan. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK- Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kelurahan/Kecamatan Sawangan, terindikasi terpapar Virus Korona (Covid-19). Hal tersebut diketahui setelah dilakukan rapid tes, di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Pengasinan, yang dilaksanakan pada Jumat (17/04).

Lurah Sawangan, Rahwana mengatakan, pihaknya menerima informasi dari dokter di Puskesmas Pengasinan. Jadi, Jumat lalu dilakukan rapid tes di UPT Puskesmas Pengasinan. Setelah dua hari hasilnya rapid test-nya ternyata positif.

“ASN ini menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP),” ujar Rahwana, kepada Radar Depok, Jumat (24/4).

Dari indikasi tersebut, ucap Rahwana, aparatur bersangkutan sudah di bawa ke rumah sakit untuk mengikuti Test Swab.

“Saya berharap hasil Test Swab-nya negatif,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, pihaknya kini melakukan penyemprotan disinfektan dua hari sekali di seluruh ruangan kantor Kelurahan Sawangan, termasuk pintu dan jendela tidak luput dari penyemprotan. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran korona. Tidak hanya itu, lanjut dia, aparatur pemerintah diharuskan menjemur badan setiap pukul 10:00 hingga 11:00 WIB, agar Korona hilang.

“Kami juga meminta kepada RT dan RW untuk dilanjutkan ke masyarakat meningkatkan perilaku hidup bersih dengan mencuci tangan dengan sabun, dan mengenakan masker saat keluar rumah. Menjaga jarak dan hindari kerumunan, termasuk juga mematuhi PSBB,” terangnya.

Menimpali hal ini, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana belum mau menanggapinya pertanyaan yang dilontarkan Harian Radar Depok baik via telepon maupun pesan whatsapp.

Sementara, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, adapun data Covid-19 Kota Depok pada Jumat (24/4), terdapat 239 orang positif, sembuh 22 orang, meninggal 18 orang. Orang Tanpa Gangguan (OTG) sebanyak 892 orang, selesai pemantauan 74 orang, masih dalam pemantauan 818 orang. Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 2.638 orang, selesai pemantauan 776, dan masih dalam pemantauan 1.862 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 996 orang, selesai pengawasan 232 orang, dan masih dalam pemantauan 764 orang. PDP yang meninggal sebanyak 45 orang.

Status PDP tersebut merupakan pasien yang belum dapat dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR yang datanya hanya dikeluarkan PHEOC Kemenkes RI. Pada 23 April terdapat PDP yang meninggal 46 orang, berkurang satu orang dalam pencatatan data PDP meninggal pada hari ini. Satu orang tersebut dari hasil Swab PCR dinyatakan positif sehingga dialihkan datanya kepada kelompok kasus konfirmasi. (rd/dra/dic)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar : (IG : @regarindra), Dicky Agung Prihanto : (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya