bawaslu buka pendaftaran SKPP
PENGAWAS : Jajaran Komisioner Bawaslu Kota Depok saat agenda di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Raya  Margonda, Kecamatan Beji dalam tahapan Pemilu 2019. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK
bawaslu buka pendaftaran SKPP
PENGAWAS : Jajaran Komisioner Bawaslu Kota Depok saat agenda di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Raya  Margonda, Kecamatan Beji dalam tahapan Pemilu 2019. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kendati Pilkada serentak 2020 ditunda akibat pandemi Covid-19. Bawaslu Kota Depok membuka pendaftaran program Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP). Namun, kali ini berbasis daring pada 5-8 April

Komisioner Bawaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana menuturkan, SKPP kali ini memang di tengah wabah Covid-19. Karenannya, Bawaslu menggelar program pengawasan partisipatif ini berbasis Daring.

“Dalam masa wabah Covid19, bukan berarti semangat belajar turun. Sambil #DiRumahAjah, Bawaslu mengajak #SahabatBawaslu sekalian untuk bergabung dalam SKKP secara daring,” kata Dede kepada Radar Depok, Jumat (3/4).

Dede menjelaskan, syarat menjadi peserta SKPP, yakni usia minimal 17 tahun, maksimal 30 tahun. Kemudian, bersedia untuk mengikuti pendidikan daring sampai selesai termasuk penyediaan kebutuhan data internet.

Selanjutnya, diutamakan sedang menjadi pengurus atau anggota dari organisasi atau komunitas, tidak sedang menjadi pengurus partai politik/tim kampanye/tim sukses dalam tiga tahun terakhir dan tidak sedang menjadi penyelenggara Pemilu.

“Calon peserta melakukan pendaftaran online di bawaslu.net/skpp. Dan masa pendaftaran 5 – 8 April 2020,” paparnya.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kota Depok  ini juga menjelaskan, SKPP akan dimulai pada pertengahan April, dan peserta akan mengikuti program tersebut selama 10 hari.

“Kita akan mendapatkan pengetahuan terkait dengan seluk beluk pengawasan Pemilu dan Pemilihan. Bersama dengan para ahli kepemiluan, kita akan belajar terkait dengan Pemilu, Tahapan Pemilu, Pengawasan, Penindakan, Penyelesaian Sengketa, Kerawanan hingga Strategi Kehumasan. Makanya, buruan daftar, sebelum kehabisan kuota,” pungkasnya. (rd/cky)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya