Bawaslu Depok di Tengah Pusara Covid-19  : Tak Perlu Politisasi Pandemi, Terapkan Social Distancing

In Politika
bawasli disaat korona
SOSIAL DISTANCING : Komisioner Bawaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana melakukan vicon dengan seluruh Kepala Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) se-Jabar, Selasa (7/4). FOTO : ISTIMEWA

 

Kendati tahapan Pilkada serentak 2020 ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. Namun, Bawaslu Kota Depok tetap mengimbau bakal calon dan tim pemenangan untuk menahan diri dan tidak mempolitisasi pandemic Covid-19.

Laporan : Ricky Juliansyah

RADARDEPOK.COM – Pilkada sudah di depan mata. Namun sirna karena Korona. Begitu kira-kira penggambaran situasi pemilihan walikota dan wakil walikota di Kota Depok. Hal yang sama juga terjadi di seluruh daerah yang sedianya menyelenggarakan pemilihan.

Pasca disepakatinya penundaan tahapan Pilkada dalam rapat dengar pendapat antara Komisi 2 DPRRI, Kemendagri, KPU, Bawaslu dan DKPP beberapa waktu lalu, praktis seluruh tahapan Pilkada untuk 270 daerah, dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota terhenti sementara, karena pandemi Covid-19 yang melanda seantero dunia.

Namun demikian, penundaan tahapan Pilkada tidak serta merta membuat kerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok berhenti. Terlihat dari suasana kantornya yang masih beraktifitas walaupun terbatas karena bergiliran bekerja dari rumah/WFH. Sejumlah agenda pengawasan masih dilakukan.

“Salah satunya yaitu melakukan pengawasan terhadap aktivitas bakal pasangan calon walikota dan wakil walikota depok di masa penundaan Pilkada,” tutur Komisioner Bawaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana saat dihubungi Radar Depok melalui nomor gawai pribadinya, Selasa (7/4).

Ia mengungkapkan, pasca melakukan pemantauan ke lapangan, Bawaslu Kota Depok masih menemukan aktivitas yang memprihatinkan, ketika semangat menolong sesama dibumbui dengan embel-embel bakal calon tertentu.

“Kami menemukan ada kenakalan yang kami kira memilukan ya, mestinya membantu orang cukup dengan ketulusan, tidak perlu disertai embel2 bakal calon tertentu”, ujar Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Bawaslu Kota Depok ini.

Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh bakal pasangan calon beserta timnya, agar menahan diri dari kegiatan politisasi pandemi.

“Kami sangat mengapresiasi langkah tanggap darurat corona ini, namun kami imbau agar semangatnya murni kemanusiaan,” ucap Dede.

Dede menambahkan, pasca ditunda sementara waktu, Bawaslu Kota Depok pun terus melakukan kegiatan, meski tetap melaksanakan social distancing sesuai arahan pemerintah dengan WFH. Bahkan, rapat koordinasi kerap dilakukan menggunakan aplikasi Zoom untuk video conference (Vicon).

“Pagi ini, saya melakukan Vicon dengan seluruh Kepala Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) untuk program SKPP daring. Ini dilakukan sesuai arahan dari Bawaslu RI,” tukas Dede. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

satpol PP tutup pemancingan

Masih Ramai, Satpol PP Bubarkan Pemancingan di Cilodong

TINDAKAN : Anggota Satpol PP Kota Depok saat menutup Pemancingan yang masih buka di saat

Read More...
ilustrasi penyebaran virus korona

Waspada, Virus Korona Bisa Menular Lewat Kentut

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Virus Korona (Covid-19) terbukti bisa menular melalui droplets atau percikan air liur dari

Read More...
PSHT bantu tenaga medis

PSHT Depok Berbagi Jamu dengan Tenaga Medis

PEDULI : Keluarga Besar PSHT barikan bantuan kepada tim medis di RS Brimob, Sabtu (18/04).

Read More...

Mobile Sliding Menu