Beranda Utama Cegah Ada yang Mudik, Tarif Tol Akan Dinaikan

Cegah Ada yang Mudik, Tarif Tol Akan Dinaikan

0
Cegah Ada yang Mudik, Tarif Tol Akan Dinaikan
ILUSTRASI
ilustrasi gerbang tol mudik
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Imbauan kepada masyarakat untuk tidak mudik, menjadi pandangan serius dari Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi. Dimana akan ada pembatasan untuk bisa melakukan hal tersebut, untuk bisa mencegah pandemi virus Korona (Covid-19) merebak ke beberapa daerah di Indonesia.

“Ada pembahasan mempersulit masyarakat untuk mudik, salah satu yang keluar adalah menaikkan tarif tol. Sudah kita buat perhitungan kenaikan tarif bus dan lainnya, tapi belum disampaikan,” ujar Budi dalam sebuah diskusi melalui video conference di Jakarta, Minggu (12/04).

Menurutnya, saat ini dengan kondisi infrastruktur yang semakin membaik, menuju ke daerah manapun lebih mudah dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Jadi yang mudik gratis kita potong atau kita pindahkan, saat pemerintah memindahkan waktu libur,” ujarnya.

Menurutnya, perpindahan libur tak jadi soal, sebab terkait dengan anggaran sudah disiapkan, meskipun menurutnya semua Kementerian dan Lembaga (KL) ada pemotongan, terkait dengan pandemi virus Korona ini.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menerapkan pembatasan jumlah penumpang, baik itu transportasi darat, laut, dan udara. Hal ini guna mencegah penularan virus Korona.

Khusus pada angkutan udara, ada kebijakan lanjutan dari Kemenhub yaitu maskapai didorong mengenakan tarif batas atas (TBA), dengan begitu ada kenaikan tarif sampai dua kali lipat. Kebijakan ini akan berlaku efektif pekan depan, karena ada pembatasan penumpang setiap penerbangan hanya 50 persen dari kapasitas.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto mengatakan, selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka diterapkan pembatasan jumlah penumpang 50 persen dari kursi yang tersedia.

Dalam kondisi seperti ini sudah tentu otomatis maskapai penerbangan akan mengalami kerugian. Oleh karena itu, kata dia penerapan TBA diperbolehkan. Yang kemudian peraturan ini tertuang dalam Permehub 18 tahun 2020.

“Perhitungan-perhitungan terhadap TBA dalam Permenhub diperbolehkan, untuk menambah tuslah. Semua sedang kita hitung, mudah-mudahan hari ini selesai,” kata Novie. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya