Depok : Dua Perampokan, Satu Pembunuhan

In Metropolis
Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Adrianus Meliala.
Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Adrianus Meliala.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ancaman Virus Korona alias Covid-19 rupanya tidak membuat pelaku kejahatan keder. Sepanjang minggu ini sudah ada tiga aksi kriminalitas yang menghebohkan. Penemuan mayat di Situ Pangarengan pada Rabu (15/4), di waktu yang bersamaan ada perampokan di Indomaret  di Jalan Bulak Timur, Kecamatan Cipayung dan terakhir Kamis (16/04) malam perampokan di Jalan Raya Margonda.

Adanya aksi tersebut menurut Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Adrianus Meliala,  aksi kejahatan yang terjadi di Kota Depok, lantaran terdapat empat situasi baru yang terjadi di masyarakat. Empat situasi baru tersebut antara lain mulai diberlakukannya Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), pelepasan 36 ribu tahanan, pelambatan ekonomi, dan belum berjalannya stimulus dari negara.

Diberlakukannya PSBB membuat situasi masyarakat menjadi gamang. Selain itu pelepasan tahanan memungkinkan terjadi aksi kejahatan, karena para tahanan yang dibebaskan belum tau mau berbuat apa dan mereka tetap membutuhkan penghasilan. Pelambatan ekonomi, kebutuhan terus berjalan, dan stimulus bantuan dari pemerintah yang belum diterima masyarakat juga menimbulkan niat jahat dari masyarakat.

Menurutnya, kejahatan bisa terjadi karena memang ada niat dari pelakunya, meskipun kondisi aman maupun sedang krisis mereka tetap melakukan kejahatan. Selain itu, ada aksi kejahatan yang terjadi karena kondisi, saat ini menurutnya kejahatan terjadi karena ada empat situasi baru.

Karena ini merupakan situasi baru, dan belum pada titik ekuilibrium, jadi kejahatan masih timbul tenggelam. Namun, jika pemerintah bisa memaksimalkan bantuan, dan mencegah potensi kejahatan aksi kriminal bisa dicegah.

“Bisa saja pelakunya merupakan pelaku baru karena gamang dengan kondisi, tapi sebaiknya polisi tetap melakukan pengamanan dan pencegahan agar aksi tersebut tidak sampai terjadi,” kata Adrianus Meliala.

Selain itu, pemerintah harus terus berupaya untuk memberikan stimulus, agar masyarakat lebih tenang di tengah situasi yang tidak pasti di tengah Pandemi Covid-19.

Perlu diketahui, seorang perempuan yang baru pulang bekerja menjadi korban perampokan di Jalan Raya Juanda, Kelurahan Mekarjaya,  Sukmajaya Kota Depok, Kamis (16/04) malam.

Humas Polres Depok Inspektur Satu Made Budi mengatakan, perampokan itu terjadi sekitar pukul 23:00. Perempuan bernama Iis Solehati, 28 tahun, yang mengendarai sepeda motor sendirian dari arah Jalan Raya Margonda. Dan dihampiri oleh para terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor.

Pelaku memukul dan merampas tas korban. “Dari keterangan saksi, korban sempat meminta tolong,” kata Made melalui keterangan resminya yang diterima Radar Depok, Jumat (17/04).

Made mengatakan, para terduga pelaku berhasil membawa tas milik korban yang berisikan 1 buah Hp merk Oppo, uang dan surat-surat lain.

“Kerugian korban 1 buah Hp merk Oppo dan uang sekitar Rp 300 ribu,” kata Made.

Pelaku perampasan masih dalam pengejaran pihak kepolisian, sementara korban dilarikan ke klinik KJP dan belum membuat laporan kepolisian. “Kepolisian sejauh ini telah mengecek keadaan korban, cek TKP, dan mendata saksi-saksi untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Made.

Belum lama juga, pencurian dengan kekerasan atau perampokan di Kota Depok. Rabu (15/04) malam sekira pukul 22:30 WIB, sebuah minimarket di Jalan Bulak Timur, Kecamatan Cipayung, Kota Depok menjadi sasaran perampokan. Para pencuri bersenjata celurit menggasak uang senilai Rp 35 juta. Di waktu yang bersamaan juga seorang perempuan ditemukan tewas bersimbah darah tergeletak di bawah pohon di Situ Pengarengan, RT2/11, Kelurahan Cisalak, Sukmajaya. Penemuan mayat itu lalu dilaporkan warga ke pihak keamanan setempat.

Kapolres Metro Depok, Kombes Besar Azis Andriansyah mengatakan, para pelaku perampokan minimarket mempersenjatai diri dengan celurit saat melakukan aksinya.

“Ciri-ciri pelaku, wajah tidak terlihat, dua orang mengenakan helm dan masker, dan seorang lagi mengenakan masker serta jaket tertutup. Tim sudah dibentuk untuk kasus ini,” kata Azis.

Dalam perampokan minimarket itu, para pelaku sempat memaksa karyawan minimarket menunjukkan letak brankas dengan cara mengancam menggunakan celurit. (rd/dic/rub)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto : (IG : @iky_slank), Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

PSHT bantu tenaga medis

PSHT Depok Berbagi Jamu dengan Tenaga Medis

PEDULI : Keluarga Besar PSHT barikan bantuan kepada tim medis di RS Brimob, Sabtu (18/04).

Read More...
BLT di negeri jepang

Di Jepang, Tiap Warga Dapat Rp14,5 Juta Hadapi Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Pemerintah Jepang tengah serius untuk mengentaskan penyebaran virus Korona. negara dibawah kepemimpinan Perdana

Read More...
APD kreasi dari UI

UI Kembangkan APD Respirator

DIKEMBANGKAN : Tim ahli dan peneliti Universitas Indonesia mengembangkan prototype Alat Pelindung Diri (APD), dalam

Read More...

Mobile Sliding Menu