target PAD Kota Depok
LENGANG : Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Jalan Margonda Raya yang tampak lengang dan pusat perbelanjaan tutup sementara. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
target PAD Kota Depok
LENGANG : Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Jalan Margonda Raya yang tampak lengang dan pusat perbelanjaan tutup sementara. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sangat menyayangi warganya dari gangguan Virus Korona (Covid-19). Selasa (7/4), Kota Depok mengusulkan ke Gubernur Jawa Barat (Jabar), dan pusat terkait penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB). Jejak yang sama dilakukan DKI Jakarta ini, demi mematahkan mata rantai pesebaran korona di Depok.

Walikota Depok, Mohammad Idris menegaskan, langkah yang sama akan diambil Pemerintah Kota Depok untuk menerapkan PSBB. Hal itu, guna menangkal penyebaran Covid-19 yang sebelumnya DKI Jakarta telah mendapatkan restu menerapkan PSBB. Untuk itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan merekomendasikan Kota Depok menerapkan PSBB.

“Secepatnya surat permohonan PSBB diberikan kepada Gubernur Jawa Barat,” ujar Mohammad Idris kepada Radar Depok, Selasa (7/4)

Idris menjelaskan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, telah menyusun kajian tentang PSBB Kota Depok. Kajian tersebut terdiri dari epidemologi dan kajian kesiapan daerah tentang aspek ketersediaan kebutuhan hidup dasar rakyat, sarana dan prasarana kesehatan, anggaran dan operasional jaring pengaman sosial dan aspek keamanan.

Salah satunya, kata Idris, Pemerintah Kota Depok telah mengeluarkan surat edaran No443/172/Huk/Disperindag tentang pengaturan kegiatan usaha ritel, grosir maupun eceran, supermarket, minimarket, dan toko swalayan dalam pencegahan Covid-19. Tidak hanya itu, telah dikeluarkan surat edaran No4443/172/Huk/Dinkes tentang gerakan sosialisasi penggunaan masker, guna menghentikan penyebaran dan penularan Covid-19.

“Kedua surat edaran, berisikan pencegahan Covid-19 di tempat perbelanjaan dan himbauan kepada masyarakat menggunakan masker,” terang pria yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok ini.

Menurutnya, masyarakat yang keluar rumah karena keperluan mendesak, dapat menggunakan masker kain. Masker kain harus memiliki dua lapisan kain yang dapat di cuci, masker kain dapat beli atau dengan membuat sendiri.

“Masyarakat harus memahami bahwa masker medis harus diperioritaskan, untuk tenaga kesehatan yang tengah berjuang untuk kesembuhan masyarakat terjangkit Covid-19,” jeleasnya.

Sementara dari data terupdate Covid-19 per 7 April 2020, terjadi penambahan kembali masyarakat yang terjangkit positif Covid-19 di Kota Depok. Kasus yang terkonfirmasi positif mencapai 71 orang, sembuh 10 orang, dan meninggal delapan orang. Orang Tanpa Gejaka (OTG) mencapai 557 orang, selesai pemantauan enam orang, dan masih dalam pemantauan 551 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 605 orang, selesai pengawasan 105 orang, dan masih dalam pengawasan 500 orang. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 2.196 orang, selesai pemantauan 248 orang, dan masih dalam pematauan 1.948 orang.

“PDP yang meninggal mencapai 28 orang. Kami tegaskan lagi ini belum dikatahui hasilnya apakah negatif atau positif korona. Masih menunggu hasil PCR,” jelasnya.

Hasrat Depok ingin PSBB disambut baik Gubernur Jawa Barat, Ridwal Kamil. Selasa (7/4), Ridwan Kamil atau Emil mengatakan Bogor, Depok dan Bekasi merupakan daerah penyangga DKI Jakarta. Oleh karena itu, ketika DKI Jakarta memberlakukan PSBB, maka Bogor, Depok dan Bekasi harus menyusul.

“PSBB fokus ke Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek) dulu. Jakarta sudah disetujui maka Jabar akan samakan polanya dulu untuk kabupaten/kota yang berdekatan dengan Jakarta,” ucapnya.

Emil mengaku, akan langsung berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta mengenai penerapan PSBB. Ini sangat perlu, agar PSBB dapat berlaku secara efektif. Terlebih, 70 persen penyebaran virus korona berada di Jabodetabek.

“Tidak bisa kalau hanya DKI Jakarta yang melakukan PSBB, sementara yang lain tidak. Jadi perlu disinkronkan. Hari ini (kemarin) kebetulan ada rapat sama pak wapres. Nanti disampaikan,” tandasnya.

Perlu diketahui, dalam upaya menekan penyebaran kasus Covid-19 di wilayah DKI Jakarta, pemerintah setempat telah mengambil langkah penerapan PSBB. Penerapan PSBB ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020, yang telah ditandatangani Presiden Joko Widodo, Selasa (31/3/2020).

Detail mengenai syarat PSBB tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), yang telah ditandatangani Menkes Terawan Agus Putranto. Terawan menyetujui status PSBB di DKI Jakarta salah satunya karena wilayah Ibu Kota menjadi provinsi dengan kasus Covid-19 terbanyak. PSBB merupakan pembatasan kegiatan tertentu penduduk suatu wilayah yang diduga terinfeksi Covid-19 untuk mencegah kemungkinan penyebarannya. (rd/net)

 

Fakta dan Data Soal PSBB :

Aturan :

Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 9 Tahun 2020

 

Disahkan :

Menteri Kesehatan

 

Wilayah :

DKI Jakakarta

 

Wilayah Menyusul :

– Depok

– Bogor

– Bekasi

 

Kajian :

Epidemologi dan kajian kesiapan daerah

 

Aspek Ketersediaan :

– Kebutuhan hidup dasar rakyat

– Sarana dan prasarana kesehatan

– Anggaran dan operasional jaring pengaman social

– Aspek keamanan

 

Fakta tentang PSBB :

  1. Cakupan pembatasan :

Pelaksanaan PSBB di suatu wilayah meliputi sejumlah hal seperti peliburan sekolah dan tempat kerja. Selain itu, pembatasan meliputi kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat umum, pembatasan kegiatan sosial dan budaya, pembatasan moda transportasi, serta pembatasan kegiatan lain khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan.

 

  1. Sejumlah kantor dan instansi tetap buka :

Kriteria kantor dan instansi yang tetap buka yakni memberikan pelayanan terkait pertahanan dan keamanan, ketertiban umum, pelayanan kesehatan, keuangan, komunikasi, industri hingga kebutuhan dasar lainnya.

 

Jurnalis : Fahmi Akbar : (IG : @akbar.fahmi.71), Dicky Agung Prihanto : (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya