Beranda Utama Enam Info Positif Tentang Perkembangan Korona di Indonesia

Enam Info Positif Tentang Perkembangan Korona di Indonesia

0
Enam Info Positif Tentang Perkembangan Korona di Indonesia
ILUSTRASI
ilustrasi virus korona indonesia
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM – Beberapa negara di dunia termasuk Indonesia masih mengalami pandemi virus Korona. Total ada 15 negara anggita PBB yang belum melaporkan adanya kasus virus Korona di negaranya tersebut.

Di Asia, ada 3 negara yang masih terbebas dari virus Korona, yaitu Korea Utara, Tajikistan, dan Turkmenistan.

Selain kabar buruk yang berdatangan soal bertambahnya jumlah pasien meninggal, ada juga berita-berita baik soal jumlah pasien sembuh yang terus meningkat dan langkah-langkah pemerintah untuk menangani pandemi virus Korona.

Berikut adalah kabar baik soal kondisi dan penanganan virus Korona di Indonesia:

1. 282 pasien virus Korona dinyatakan sembuh

Berdasarkan data terbaru per Jumat (10/04), jumlah pasien sembuh dari virus Korona di Indonesia telah mencapai 282 orang. Sementara, terdapat 3.512 kasus positif virus Korona di Indonesia.

Adapun jumlah pasien sembuh ini mengalami peningkatan sebanyak 30 orang dari hari sebelumnya.

 

2. Indonesia telah terima 58 dukungan dari luar negeri

Kementerian Luar Negeri mencatat ada setidaknya 58 dukungan internasional yang telah ataupun akan diterima Indonesia dalam menangani virus Korona.

Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, bantuan ini berasal dari pemerintah negara sahabat, pihak swasta, organisasi non-profit asing, hingga organisasi atau entitas internasional lainnya.

Mayoritas bantuan yang diterima adalah masker, alat rapid test, dan alat pelindung diri bagi tenaga medis. Bantuan-bantuan ini berasal dari China, Jepang, AS, Singapura, Vietnam, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, dan Uni Emirat Arab.

Sementara bantuan entitas internasional berasal dari World Health Organization (WHO), Asian Development Bank (ADB), United Nations Development Programme (UNDP), Global Fund, UNICEF, hingga International Organization for Migration (IOM).

 

3. Tes PCR sudah dilakukan pada lebih dari 16.500 spesimen

Per Kamis (9/4), pemerintah menyebut bahwa telah dilakukan tes polymerase chain reaction (PCR) pada lebih dari 16.500 spesimen.

Keterangan ini disampaikan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Korona Achmad Yurianto.

Bahkan, pemerintah juga menunjuk 300 rumah sakit rujukan penanganan virus Korona di Indonesia, dengan jumlah total ada 42.000 tempat tidur tersedia dan 35.000 orang dokter.

 

4. 700.000 APD telah didistribusikan

Hingga Kamis (9/4), Yuri menyebut, pemerintah telah mendistribusikan 700.000 set alat pelindung diri (APD) ke seluruh provinsi di Indonesia. Sedangkan 300.000 set APD akan menyusul didistribusikan.

Adapun relawan yang telah mendaftar untuk penanggulangan virus Korona sudah mencapai 18.000 orang, baik relawan medis maupun non medis.

 

5. Pemerintah terima donasi Rp 194,9 miliar

Dalam penanganan virus Korona, berdasarkan laporan per Kamis (9/4), pemerintah telah menerima donasi sebesar Rp 193 miliar.

Donasi tersebut berasal dari masyarakat Indonesia hingga dunia.

Yuri mengatakan, pemerintah pun telah menyediakan anggaran sebesar Rp 405 triliun sesuai instruksi presiden tentang perlindungan sosial dan stimulus ekonomi. Anggaran tersebut diperuntukkan untuk keringanan biaya rumah tangga, termasuk iuran air dan listrik warga.

 

6. Pemerintah akan berikan bantuan tunai Rp 1,8 juta

Presiden Joko Widodo mengumumkan, pemerintah akan memberikan bantuan tunai kepada warga yang ekonominya terdampak oleh wabah virus Korona.

Bantuan ini ditujukan bagi 9 juta keluarga di luar wilayah Jabodetabek. Setiap keluarga akan memperoleh bantuan sosial tunai senilai Rp600.000 per bulan selama tiga bulan.

Bantuan ini akan diberikan kepada keluarga yang tidak mampu dan belum terdaftar sebagai penerima bantuan sosial lainnya seperti Program Keluarga Harapan maupun Kartu Sembako.

Sementara itu, untuk warga di Jabodetabek, akan diberikan bantuan paket sembako senilai Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan. (*)

 

Editor : Pebri Mulya