Gunadarma Ciptakan Robovent untuk Pasien Korona

In Pendidikan
robot dari gunadarma untuk korona
SIMULASI : Yohanes Kurnia, pengajar Robotika Universitas Gunadarma sedang mensimulasikan Robovent di depan wartawan. FOTO : RICKY/ RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Wabah Covid – 19 yang semakin meningkat saat ini, membuat seluruh kalangan pendidikan turun tangan untuk menciptakan berbagai peralatan yang membantu bidang kesehatan dalam menangani kasus virus Korona.

Seperti yang dilakukan Universitas Gunadarma, yang melakukan riset pengembangan alat bantu pernapasan,  bagi seluruh pasien yang mengalami gagal napas akibat terjangkit Korona, bernama Ventilator Robovent.

Rektor Universitas Gunadarma, Prof Margianti menuturkan Ventilator, atau alat bantu pernapasan tersebut diciptakan sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat, dalam meringankan Pandemi Korona.

“Robovent ini portabel, low cost, automaticaly, dan ramah digunakan bagi seluruh pasien berstatus ODP, PDP, terkonfirmasi (positif),” Ucapnya, saat Press Conference di aula Kampus Gunadarma, Jalan Margonda Raya Kota Depok.

Sementara itu, Ir Yohanes Kurnia, pengajar Robotika Universitas Gunadarma yang juga penggagas Robovent mengatakan, ventilator sangat dibutuhkan oleh seluruh rumah sakit namun jumlahnya tidak banyak karena harganya yang cukup mahal.

Robovent ciptaannya, dipastikan terjangkau diperkirakan 10 persen dibawah harga ventilator di pasaran. Meskipun masih dalam bentuk prototype, namun diyakini Yohanes alat kesehatan tersebut nantinya sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Kalau Ventilator di pasaran misalkan Rp 100 juta, buatan kita harganya ada dibawah itu. Memang sudah banyak yang tertarik dengan alat ini, oleh sebab itu Senin Depok akan kita majukan ke DPFK,” jelasnya.

Proses produksinya juga tidak memakan waktu lama, dalam sehari Tim riset Gunadarma yang terdiri dari Fakultas Kedokteran, Tekhnologi Industri, Ilmu Komputer mampu mendesain kurang lebih enam Robovent.

“Kalau sudah ada blueprintnya akan lebih mudah, untuk produksi nantinya kurang lebih dalam sehari bisa sampai 500 Unit,” terangnya.

Selanjutnya, diakui Yohanes alat bantu pernapasan tersebut sangat mudah digunakan. Biasanya, Dokter anastesi dinrumah sakit harus duduk bersama pasien sambil memantau ventilator dalam kurun waktu setengah jam.

“Dengan Robovent, bisa pasien dipantau bisa jarak jauh kalau kondisinya membaik, kemungkinan bisa dilepas. Jadi alat ini sangat membantu tim kesehatan terutama, dalam kasus korona seperti ini,” pungkasnya. (rd/cky)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Longsor di cilodong

Hujan Deras, Turap di Taman Depok Permai Sukamaju Longsor

EVAKUASI : Petugas Damkar Kota Depok dari Mako Kembang bersama Satgas Banjir Dinas PUPR saat

Read More...
antre beli sayur di depok

Gegara Korona, Belanja Sayur Pakai Jarak

BELANJA : Warga saat membeli sayur dengan teratur jaga jarak duduk di kursi yang telah

Read More...
lupakan politik utamakan kemanusaiaan

Lupakan Dulu Politik, Sekarang Kemanusiaan

BANTUAN : Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Rizki Apriwijaya (kiri) turut serta membantu penyaluran

Read More...

Mobile Sliding Menu