ilustrasi RSUD Kota Depok
DITUNJUK : RSUD Kota Depok, Jalan Muchtar Raya, Kecamatan Sawangan. FOTO : DOK. RADAR DEPOK
ilustrasi RSUD Kota Depok
DITUNJUK : RSUD Kota Depok, Jalan Muchtar Raya, Kecamatan Sawangan ditunjuk Satgas Covid-19 IDI Depok sebagai RS khusus yang menangani virus korona. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok harus dengar ini. Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Depok meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sediakan rumah sakit (RS) khusus menangani pasien terpapar Virus Korona atau Covid-19 di Depok. Sikap tegas ini menyusul meningkatnya  jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan pasien positif Covid-19 di Depok.

Ketua Satgas Covid-19 IDI Depok, dr Alif Noeriyanto Rahman menegaskan, mengingat semakin meningkatnya pasien positif Covid-19 dan PDP. Sebaiknya, pemerintah segera menentukan rumah sakit rujukan di Kota Depok yang hanya menangani Covid-19. Saat ini di Kota Depok ada tiga rumah sakit rujukan : RSUD Kota Depok, RSUI, dan RS Bhayangkara Brimob Kelapa Dua.

Dia menjelaskan, RS Bhayangkara Brimob sudah penuh dengan pasien Covid-19, di RSUD juga sudah penuh, karena hanya menyediakan beberapa tempat tidur, begitu juga dengan RSUI. Sehingga harus ada upaya pemerintah memusatkan pasien Covid-19 di salah satu rumah sakit. RSUD Depok lebih tepat. Kenapa RSUD layak dijadikan pusat penanganan Covid-19, karena RSUD Kota Depok memiliki gedung baru yang bisa digunakan. “RSUD punya gedung baru untuk digunakan, sehingga pelayanan pasien Covid-19 bisa lebih fokus,” kata dokter Alif -sapaan Alif Noeriyanto Rahman- kepada Radar Depok, Senin (6/4).

Menurutnya, jika memang masih terdapat pasien umum di RSUD, pemkot bisa menempatkan pasien di rumah sakit lain di Kota Depok. Dengan demikian perlu dilakukan kerjasama antara tenaga medis di Kota Depok. “Kan RS di Kota Depok ada sekitar 20 yang bisa menempatkan pasien umum yang saat ini ada di RSUD,” tegasnya.

Saat ini, sambung dokter Alif, harus ada tiga langkah yang ditekankan di Kota Depok, yaitu edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada, dan tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap tinggal dirumah. Selanjutnya, koordinasi, perlu ada koordinasi antara tenaga medis pemerintah dan pihak terkait untuk menangani Covid-19 di Kota Depok. “Selanjutnya kolaborasi, karena perlu ada kolaborasi antar semua pihak untuk sama-sama berjuang melawan Covid-19 di Kota Depok,” bebernya.

Menimpali hal ini, Wakil Ketua DPRD Depok, Yeti Wulandari mengaku, mendukung agar ditambah RS rujukan dan rumah sakit khusus korona. Karena, melihat setiap jumlah pasien PDP,  ODP, yang pasitif dan meninggal terus bertambah.

Oleh karena itu , Dinas Kesehatan Kota Depok harus segera melakukan komunikasi kepada RS swasta di Kota Depok. Agar mereka menyiapkan diri menjadi RS rujukan Covid 19 khusus untuk masyarakat Kota Depok. “Kita sudah tidak mungkin merujuk ke DKI Jakarta mengingat episentrum Covid 19 saat ini terjadi di DKI Jakarta. Rs rujukan di Jakarta juga sudah penuh terisi pasien dari wilayah DKI Jakarta,” tegas politisi Partai Gerindra ini.

Soal anggaran yang dibutuhkan RS rujukan, kata dia jangan menjadi kendala. Saat ini pemerintah Kota Depok harus fokus menganggarkan untuk menangani wabah covid 19. Kota Depok harus benar-benar menyiapkan anggaran, sehingga tidak ada kendala RS saat masyarakat Kota Depok ada yang harus dirujuk. “Barusan saya melihat di media televisi, walikota Bengkulu menaikkan anggaran untuk penanganan covid 19 mencapai Rp204 miliar,” terangnya.

Terpisah, Ketua Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LSM) Dewan Kemakmuran Rakyat (DKR) Depok, Roy Pangharapan mengaku, sangat sejutu apa yang diinginkan Satgas Covid-19 IDI Kota Depok. Memang sangat perlu adanya rumah sakit khusus korona. Jadi, pemkot bisa fokus menangani pasien yang terpapar korona.

Dengan adanya rumah sakit khusus ini juga resiko penularan bisa diminimalisir. Mengingat, tidak akan tercapur dengan pasien umum yang dating berobat. Apalagi, RSUD punya gedung baru jadi bisa dimaksimalkan. “Kami sangat setuju usulan tersebut. Dan semoga ini benar-benar bisa direalisasikan,” ucapnya. (rd/rub/hmi)

 

Jurnalis : Fahmi Akbar : (IG : @akbar.fahmi.71), Rubiakto

Editor : Pebri Mulya