ridwan kamil tentang PSBB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
ridwan kamil tentang PSBB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

 

RADARDEPOK.COM – Ada lima daerah di Jawa Barat (Jabar ) yang mengajukan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada pemerintah pusat.

Lima daerah tersebut, yakni Kota Bogor, Depok, Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil atau Emil menjelaskan, PSBB bisa diartikan serupa dengan lockdown, namun relatif masih fleksibel.

Emil mengatakan, PSBB di lima wilayah Jabar itu berkaitan dengan berada satu zonasi dengan PSBB DKI Jakarta yang menjadi episentrum penyebaran virus Korona (Covid-19).

Ini sederet fakta lima daerah di Jabar ajukan status PSBB:

 

Alasan Pengajuan 

Menurut Emil, wilayah Bodebek harus satu klaster dengan DKI Jakarta. Sebab, berdasarkan data secara nasional menunjukkan, penyebaran virus Korona sekitar 70 persen berada di wilayah Jabodetabek.

Oleh karena itu, Emil menganggap, kebijakan DKI Jakarta dan Bodebek harus seiring sejalan.

“Apapun yang DKI Jakarta putuskan kita akan mengikuti atau sebaliknya, ada masukan dari kami yang DKI Jakarta bisa pertimbangkan,” jelas dia.

 

Surat telah dilayangkan

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyatakan, status PSBB resmi diajukan untuk lima daerah, yakni Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, serta Kabupaten dan Kota Bekasi.

Surat pengajuan PSBB, jelas Emil, kini telah dilayangkan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Surat dari lima kepala daerah (Bodebek sudah masuk ke kami (Pemprov Jabar) kemudian kami rekap dan Pemprov Jabar mengajukan PSBB untuk lima wilayah Bodebek,” kata Emil di Gedung Pakuan Bandung, Rabu (8/4).

“Nanti akan direview oleh Kementerian Kesehatan mudah-mudahan sehari atau dua hari keluar keputusannya,” lanjutnya.

Kepolisian telah lakukan simulasi

Menurut Emil, wilayah Bodebek telah mempersiapkan berbagai hal jika pengajuan PSBB disetujui oleh Kemenkes. Persiapan yang dilakukan antara lain terkait kesiapsiagaan kepolisian yang ternyata sudah melakukan berbagai simulasi.

“PSBB ini nanti bisa diterjemahkan apakah minimal pembatasan hanya beberapa wilayah atau maksimal sampai skala kota itu tidak masalah, tapi dengan status PSBB diharapkan memutus rantai penularan virus Korona,” kata dia.

Sementara Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Sufahriady menjelaskan, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah setempat. Sebab dua daerah yakni Kota dan Kabupaten Bogor masuk dalam wilayah hukum Polda Jabar.

“Setelah nanti diizinkan saya kasih tahu kabarnya. Kita terus koordinasi dengan gubernur seperti apa bentuknya, yang penting PSBB sudah dilakukan sekarang. Tapi akan kita koordinasikan lagi,” kata Rudi.

 

Apa saja syarat Pemda ajukan PSBB?

Pengajuan permohonan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Pemerintah Daerah (Pemda) harus memenuhi sejumlah persyaratan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal. Data pendukung yang diperlukan antara lain data peningkatan kasus waktu dan kurva epidemologi virus Korona.

“Beberapa kriteria adalah jumlah dan kasus kematian serta adanya epidemiologi di tempat lain yang berkoneksi dengan daerah yang akan ajukan PSBB,” kata Safrizal.

Selain itu, pemda juga diminta menyiapkan peta penyebaran virus Korona dan data transmisi lokal yang disebabkan penyebaran virus.

Pemda juga diminta menghitung kesiapan ketersediaan kebutuhan hidup dasar bagi warga.

“Tentu PSBB menyebabkan masyarakat sulit mencari nafkah. Oleh karena itu pemda harus menghitung ketersediaan kebutuhan layanan dasar bagi masyarakat agar kehidupan sosial tetap dapat berjalan dengan lancar,” kata dia.

Sarana dan prasarana kesehatan pun harus dihitung secara rinci, seperti jumlah ruang isolasi, karantina, termasuk APD hingga masker.

Pemda juga harus melakukan realokasi anggaran sebagaimana arahan Menteri Dalam Negeri.

Keterpenuhan syarat tersebut akan menjadi bahan pertimbangan Menteri Kesehatan dan Gugus Tugas Covid-19 yang berwenang menindaklanjuti permohonan PSBB. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya