Ini Ciri-ciri Infeksi Virus Corona Tanpa Gejala

In Utama
ilustrasi korona untuk gejala
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM – Jumlah penderita virud Korona di Indonesia pada Sabtu (4/4) bertambah sebanyak 106 orang. Total penderita sebanyak 2.092 orang.

Masih bertambahnya jumlah kasus Korona disebabkan oleh pergerakan orang tanpa gejala. Keterangan tersebut disampaikan oleh juru bicara pemerintah RI soal penanganan Korona di Indonesia Achmad Yurianto

“Sebaran kasus sekarang muncul karena sebaran orang tanpa gejala dari kota-kota besar pusat sebaran ke daerah sekitar,” kata Yuri.

Yuri juga sempat menyebut hampir 80 persen pasien yang positif Covid-19 menunjukkan gejala ringan atau tanpa gejala.

Dokter Mohamad Fahmi Alatas, spesialis paru menjelaskan, dalam dunia medis orang seperti itu disebut sebagai ‘carrier’.

“Kemungkinannya sewaktu menginfeksi orang, orang itu tidak sakit. Dia membawa-bawa virus Korona di saluran napasnya tapi daya tahan tubuhnya cukup kuat untuk mempertahankan kesehatannya,” jelas Fahmi.

lantas, bagaimana mengenali para carrier virus Korona?

Tanpa gejala

Imbauan untuk tetap di rumah sebaiknya dijalankan. Meski sehat, ada kemungkinan bisa jadi sebagai carrier virus tanpa gejala.

“Transmisi tanpa gejala artinya Anda bisa terinfeksi virus, tidak menunjukkan gejala dan tetap bisa menularkan,” jelas William Schaffner, profesor kedokteran pencegahan dan penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center, mengutip dari ABC News.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan, sebanyak 25 persen orang terinfeksi virus Korona tidak menunjukkan gejala. Ini pun ditindaklanjuti dengan memperluas pedoman pemakaian masker.

“Ini menjelaskan bagaimana virus menyebar dengan cepat di seluruh negara,” kata Robert Redfield seperti dikutip New York Times.

Karena vaksin masih dalam tahap awal pengembangan, maka cara terbaik pencegahannya dengan tetap di rumah.

Orang bisa saja menularkan virus meski mereka merasa sehat. Ini pula yang membuat orang mulai mengkritik imbauan CDC maupun WHO untuk mengenakan masker saat sakit. Kini, orang pun selalu mengenakan masker untuk melindungi diri mereka dari penularan orang yang tanpa gejala.

Usia muda

Melansir dari Stat News, pada Februari 2020 otoritas kesehatan China merilis publikasi terkait statistik pasien covid-19. Ada lebih dari 44ribu kasus terkonfirmasi dan ‘hanya’ sekitar 1 persen anak-anak berusia 9 tahun ke bawah yang sakit. Tak ada satu pun dari mereka yang meninggal.

Sedangkan pada remaja, kasusnya juga terbilang jarang, hanya 1,2 persen. Ini kontras dengan kasus pada orang dewasa. Ada sebanyak 20 persen orang dewasa berusia 80 tahun ke atas yang terinfeksi dan meninggal.

Timbul dugaan bahwa mereka yang berusia muda berperan sebagai pembawa virus dan tanpa sadar menularkannya.

“Jika mereka terinfeksi, tak ada alasan untuk percaya bahwa mereka tidak akan menularkan,” ucap Malik Peiris, ahli virus corona di Hong Kong University mengutip dari Stat News.

Hiroshi Nishiura, ahli epidemi di Hokkaido University menyebut rasio infeksi tanpa gejala pada anak-anak lebih tinggi daripada orang dewasa. “Itu akan sangat mengubah ruang lingkup wabah, dan bahkan intervensi yang optimal dapat berubah, tulisnya dalam International Journal of Infectious Diseases mengutip dari South China Morning Post.

Kehilangan indera perasa

Mereka yang terinfeksi virus corona terutama yang tidak memiliki gejala yang tampak, bisa mengalami kehilangan kemampuan penciuman. Dalam dunia medis, ini disebut anosmia.

Menurut jurnal American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery, anosmia dan dysgeusia (kehilangan kemampuan perasa) bisa untuk mengidentifikasi kemungkinan infeksi covid-19. Gejala seperti ini pun menuntut pertimbangan untuk dilakukan tes dan isolasi diri.

“Anosmia, secara umum, sudah terlihat pada pasien yang sudah dites positif corona tanpa gejala lainnya,” tulis peneliti dalam jurnal yang dikutip dari CNN.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, mampu menahan napas selama 10 detik atau lebih tanpa batuk atau merasa tak nyaman itu bukan berarti Anda bebas dari infeksi virus corona (Covid-19) atau penyakit paru-paru lainnya.

Menurut WHO, gejala Covid-19 yang paling umum di antaranya batuk kering, merasa kelelahan dan demam. Pada beberapa orang mungkin bisa berkembang ke beberapa bentuk penyakit, seperti pneumonia.

Cara terbaik untuk mengonfirmasi apakah Anda terinfeksi virus corona (SARS-CoV-2) adalah melalui tes laboratorium. Anda tidak bisa mendiagnosa Covid-19 melalui latihan pernapasan yang, justru bisa berbahaya. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

PSHT bantu tenaga medis

PSHT Depok Berbagi Jamu dengan Tenaga Medis

PEDULI : Keluarga Besar PSHT barikan bantuan kepada tim medis di RS Brimob, Sabtu (18/04).

Read More...
BLT di negeri jepang

Di Jepang, Tiap Warga Dapat Rp14,5 Juta Hadapi Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Pemerintah Jepang tengah serius untuk mengentaskan penyebaran virus Korona. negara dibawah kepemimpinan Perdana

Read More...
APD kreasi dari UI

UI Kembangkan APD Respirator

DIKEMBANGKAN : Tim ahli dan peneliti Universitas Indonesia mengembangkan prototype Alat Pelindung Diri (APD), dalam

Read More...

Mobile Sliding Menu