Beranda Utama Ini Syarat-syarat Beraktivitas di PSBB Kota Depok

Ini Syarat-syarat Beraktivitas di PSBB Kota Depok

0
Ini Syarat-syarat Beraktivitas di PSBB Kota Depok
BERI HIMBAUAN : Petugas gabungan Satlantas Polrestro Depok, Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok memberikan himbauan kepada penggunaan jalan di kawasan Jalan Arif Rahman Hakim, Minggu (12/4). Hal tersebut dilakukan untuk menghimbau masyarakat mentaati Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diantaranya wajib memakai masker. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
penjagaan PSBB Depok
BERI HIMBAUAN : Petugas gabungan Satlantas Polrestro Depok, Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok memberikan himbauan kepada penggunaan jalan di kawasan Jalan Arif Rahman Hakim, Minggu (12/4). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Rabu (15/04) hingga Selasa (28/04) Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) resmi diberlakukan di Depok.

PSBB diterapkan dengan harapan sanggup menekan laju penularan virus Korona (Covid-19) yang belum menunjukkan tanda-tanda melambat di Kota Depok.

Sebagai informasi, data terbaru per Selasa (14/4), Pemerintah Kota Depok mengumumkan total 134 kasus positif Covid-19 dengan 11 orang sembuh dan 15 orang meninggal dunia.

Sementara itu, saat ini masih ada 579 pasien yang masih diawasi serta 2.102 sedang dipantau kondisinya terkait kemungkinan terjangkit Covid-19.

Dengan berlakunya PSBB selama dua pekan pertama, maka warga Depok tidak bisa beraktivitas seleluasa biasa.

Namun, beberapa aktivitas masih diberikan kelonggaran dengan sejumlah syarat. Diantaranya ?

1. Masuk kantor dengan syarat

Ada 11 sektor swasta yang dikecualikan dari kewajiban bekerja dari rumah selama PSBB, yakni sektor kesehatan, pangan, energi, komunikasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar dan utilitas publik/industri vital, serta kebutuhan sehari-hari.

Tidak hanya itu saja, pegawai di sejumlah instansi pemerintahan, BUMN/BUMD, serta organisasi sosial kebencanaan kemungkinan tetap masuk kantor.

Namun, Idris menetapkan syarat selama aktivitas di kantor. Perusahaan harus menetapkan standar pencegahan virus Korona, menyediakan nutrisi tambahan pagi pegawai, dan membatasi aktivitas pegawai yang punya penyakit komorbid/penyerta yang berbahaya jika terjangkit virus Korona.

Sejumlah sektor, seperti konstruksi dan perhotelan, diatur secara lebih spesifik aktivitasnya.

2. Olahraga mandiri

Aktivitas olahraga pun juga dibatasi, yakni hanya bisa dilakukan secara mandiri mandiri alias tidak berkelompok. Hal ini berkaitan dengan penutupan fasilitas olahraga serta larangan berkumpul lebih dari 5 orang.

Warga Depok yang ingin berolahraga hanya boleh melatih fisiknya di sekitar kediaman masing-masing.

3. Belanja kebutuhan pokok dan keseharian

Warga Depok tetap dapat mengakses warung serta toko dan tempat-tempat lain pemenuhan kebutuhan pokok dan keperluan harian.

Fasilitas yang tetap buka antara lain fasilitas pemenuhan kebutuhan pangan seperti pasar, bahan bakar, komunikasi, obat dan alat medis, keuangan, perbankan, dan logistik serta penatu (laundry pakaian).

Operasional pasar tradisional dibatasi pukul 03.00-10.00, minimarket pukul 08.00-20.00, sedangkan supermarket pukul 10.00-21.00.

Kerumunan yang timbul di toko-toko diizinkan asal menetapkan protokol pencegahan virus Korona seperti pengenaan masker, cuci tangan, pemantauan suhu tubuh, hingga jaga jarak fisik.

4. Khitanan, pernikahan, dan pemakaman

Sementara itu, khitanan, pernikahan, dan pemakaman tetap dapat berlangsung dengan sejumlah syarat di Depok.

Ketiga kegiatan tersebut, hanya boleh dihadiri kalangan terbatas yakni keluarga inti dan warga dilarang menggelar pesta resepsi. Khusus khitanan hanya boleh dilakukan di fasilitas pelayanan medis, sedangkan pernikahan hanya dapat digelar di Kantor Urusan Agama atau Kantor Catatan Sipil.

5. Naik kendaraan

Warga diberikan izin berkendara hanya sebatas untuk pemenuhan keperluan pokok, kegiatan khusus keamanan, dan beberapa aktivitas yang diperbolehkan lain.

Di samping itu, para pengendara harus mematuhi sejumlah syarat berkendara dan melakukan disinfeksi terhadap kendaraan seusai dipakai. Syarat umum yang harus dipenuhi ialah mengenakan masker (dan sarung tangan untuk pengemudi sepeda motor) serta berkendara dalam keadaan sehat.

Mobil pribadi maupun taksi/angkutan online berkapasitas empat hanya boleh berisi tiga orang. Satu orang sopir di depan, dua penumpang duduk di belakang dengan jarak yang berjauhan.

Mobil pribadi maupun taksi/angkutan online berkapasitas tujuh hanya diperbolehkan berisi empat orang. Satu sopir di depan, dua penumpang di tengah dengan jarak yang berjauhan, satu di belakang.

Sepeda motor berkapasitas dua orang tidak diperbolehkan membawa penumpang, hanya pengendaranya saja.

Sementara itu, jumlah penumpang yang diizinkan untuk angkutan umum hanya separuh dari kapasitas mobil/bus. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya