inovasi raihan barbershop
INOVASI : Raihan Barbershop saat melakukan layanan Panggilan Keliling (Pangling). FOTO : LULU/RADAR DEPOK
inovasi raihan barbershop
INOVASI : Raihan Barbershop saat melakukan layanan Panggilan Keliling (Pangling). FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

Di tengah pandemi Covid-19, membuat pelaku usaha mengalami menurunan pendapatan bahkan sampai gulung tikar. Namun, Raihan Barbershop mencari inovasi di masa sulit danĀ  Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengganjurkan masyarakat di rumah saja, Raihan Barbershop membuat layanan Panggilan Keliling (Pangling).

Laporan : Lutviatul Fauziah

RADARDEPOK.COM – Raihan Barbershop yang terletak di jalan Lafran Fane no 41 RT01/01, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis ini, tidak kehabisan akal disaat masa pandemi dan saat semua customernya mengikuti anjuran pemerintah dalam rangka PSBB untuk tetap dirumah saja.

CEO Raihan Barbershop, Asep Irawan Hidayat mengaku optimis bahwa program layanan cukur Panggilan Keliling (Pangling) yang digagasnya akan menuai hasil sebagaimana yang dirinya harapkan.

Banyaknya permintaan rekan dan teman dekatnya, untuk melakukan panggilan cukur ke rumah ternyata juga disambut baik oleh customer serta warga yang berada di lingkungan tersebut.

“Saya rutin buat program unik di ramadan, tetapi ramadan kali ini masih bingung karena memang kondisinya seperti ini,” ucap pria kelahiran Tasikmalaya kepada Radar Depok, Rabu (22/04).

Menurutnya, kalau hanya menunggu di outlet saja sepi banget, untuk itu dirinya membuat program Pangling agar masyarakat bisa tetap stay di rumah.

Bagi yang berminat, diwajibkan menyiapkan tempat khusus, kursi, kipas angin, dan kelengkapan lain nya yang diperlukan.

Yang tak kalah unik, Raihan Barbershop memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) dimasa pandemi ini.

Tenaga cukur dapat dipastikan dalam keadaan sehat, serta memastikan area lokasi cukur panggilan sudah dalam keadaan steril dengan dilakukan penyemprotan cairan disinfektan.

Tak hanya itu, tenaga cukur juga menggunakan masker, kacamata dan penutup kepala, untuk penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di sesuaikan dengan kondisi dilapangan.

Sebelum melakukan cukur, pelanggan juga terlebih dahulu diperiksa suhu suhu tubuhnya dan melakukan registrasi yang lengkap dengan nomor hp.

Tak hanya ukur suhu tubuh, pelangganpun diharuskan menggunakan masker dan disarankan sedikit berkomunikasi dengan tenaga cukur saat proses berlangsung.

Setelah selesai proses mencukur, maka tenaga cukur di haruskan membersihkan perlengkapan cukur dan sterilisasi sebelum berganti dengan customer lainnya.

Ada lagi yang lebih unik, pembayaran dilakukan dengan cara di transfer atau kolektif yang di wakili oleh salah satu warga agar tidak terjadi pertukaran pembayaran.

Cukur keliling hanya bisa melayani dihari Senin sampai dengan Kamis saja dengan waktu yang sudah ditentukan sebelumnya.

“Untuk saat ini masih belum stabil, tetapi dalam sehari minimal order 10 orang. Dan untuk hari ini sudah ada 13 orang yang mendaftar,” tutur pria kelahiran 20 April 1974.

Bukan hanya cukur keliling saja usaha yang dilakoninya, akan tetapi usaha Laundry yang diberinama Poetri Laundry nya pun melakukan hal yang sama yaitu jemput bola kerumah pelanggan. (*)

 

Editor : Pebri Mulya