Jangan Pernah Mencampur Bahan Pembersih Ini untuk Disinfektan

In Utama
ilustrasi disinfektan berbahaya
ILUSTRASI : Pmenyemprot disinfektan di Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo. FOTO : FAHMI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM – Sekarang ini banyak masyarakat yang melakukan penyemprotan disinfektan. Bahkan, ada beberapa orang yang membuat sendiri cairan disinfektannya, dari beberapa bahan kimia yang kerap digunakan untuk pembersih di rumah tangga. Mulai dari pemutih hingga etanol atau alkohol.

Pakar menyarankan untuk selalu menggunakan satu pembersih saja saat membersihkan rumah. Sebab, mencampurkan bahan-bahan kimia ini justru dapat berdampak negatif.

“Pada dasarnya semua terbuat dari bahan kimia, jadi kecuali Anda tahu molekul di dalam botol dan bagaimana sifat mereka, dan bagaimana mereka bekerja. Jangan coba ini di rumah,” tutur Profesor di University of California, Vy Dong, Ph.D.

Terlebih jika Anda berencana menggunakan pemutih. Menurut ahli kimia Alexander Lu dari Dong Research Group mengatakan, reaktivitas pemutih sangat tinggi sehingga respon bahan kimia ini dengan bahan kimia lain dapat menghasilkan bahan kimia beracun.

Berikut bahan pembersih rumahan yang tidak boleh digabungkan:

 

ilustrasi pembersih pakaian

 

1. Amonia dan pemutih

Dong dan Lu berpendapat, kombinasi ini yang umumnya terjadi secara tidak sengaja, karena banyak produk pembersih mengandung amonia.

Pencampuran amonia dan pemutih menghasilkan gas klor. Amonia akan bereaksi dengan klorin, menghasilkan kloramin yang bisa beracun dan berbahaya hingga menyebabkan gejala seperti nyeri dada dan batuk.

2. Pemutih dan cuka

Cuka adalah asam dan potensinya untuk toksisitas tidak boleh diremehkan. Ini memiliki pH rendah, biasanya di bawah tiga.

Ketika cuka dicampur dengan pemutih, dihasilkan gas klorin beracun.

“Gas ini digunakan sebagai senjata kimia dalam Perang Dunia I, menyebabkan kerusakan pada mata, hidung, dan paru-paru prajurit dengan pemaparan yang berkepanjangan,” kata Lu.

3. Hidrogen peroksida dan cuka

Komponen cuka adalah asam asetat, dan menurut Lu, asam asetat ini akan membentuk zat kimia yang disebut asam perasetat bila dicampur dengan hidrogen peroksida.

Asam perasetat bersifat toksik dan korosif, artinya dapat merusak atau memecah permukaan yang digunakan.

4. Pemutih dan rubbing alcohol

Rubbing alcohol saja sudah cukup sebagai disinfektan. Tetapi akan menjadi berbahaya ketika dicampur dengan pemutih.

Umumnya, rubbing alcohol yang dijual di apotek atau toko berkadar 70% hingga 90%, yang artinya memiliki tingkat konsentrasi tinggi.

Lu mengatakan pemutih bereaksi dengan alkohol untuk membentuk kloroform dan kloroaseton, yang keduanya beracun dan berbahaya. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

PSHT bantu tenaga medis

PSHT Depok Berbagi Jamu dengan Tenaga Medis

PEDULI : Keluarga Besar PSHT barikan bantuan kepada tim medis di RS Brimob, Sabtu (18/04).

Read More...
BLT di negeri jepang

Di Jepang, Tiap Warga Dapat Rp14,5 Juta Hadapi Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Pemerintah Jepang tengah serius untuk mengentaskan penyebaran virus Korona. negara dibawah kepemimpinan Perdana

Read More...
APD kreasi dari UI

UI Kembangkan APD Respirator

DIKEMBANGKAN : Tim ahli dan peneliti Universitas Indonesia mengembangkan prototype Alat Pelindung Diri (APD), dalam

Read More...

Mobile Sliding Menu