Jangan Tinggalkan Allah SWT

In Ruang Publik

mimbar jumat april

 

Oleh : K.H.A.Mahfudz Anwar

Ketua MUI Kota Depok

 

MANUSIA diciptakan oleh Allah swt untuk ditempatkan di muka bumi ini sudah atas Iradah (kehendak) dan Qudrah (kekuasaan) Allah swt. Yang ditugaskan untuk mengelola bumi dan fasilitas hidup yang ada di bumi ini. Kebaikan seseorang dapat dinilai dari sikap dan perilaku keseharian terhadap fakta hidup di bumi ini juga. Dalam keadaan apapun manusia harus tetap fokus pada kegiatannya tanpa meninggalkan Allah swt sebagai pemberi amanah.

Semua manusia diberi mandat masing-masing untuk melaksanakan tugas hidupnya dengan baik, agar kelak bisa kembali ke surga yang pernah didiami orang tuanya, yakni Nabi Adam A S. Oleh karena hidup ini tidak pernah lepas dari pantauan Pemberi mandat. Setiap gerak-gerik manusia senantiasa ada dalam kontrol Allah swt. Manusia yang bekerja di bumi ini tetap atas dasar amanah tersebut. Yang tujuan akhirnya adalah penyembahan kepada Allah swt. “Wa maa kholaqtul jinna wal insa illaa liya’buduuni, Aku ciptakan Jin dan Manusia ini hanya untuk menyembah Aku.”

Dari pernyataan itu maka jelaslah bahwa tugas kita adalah fokus pada penyembahan kepada Sang Kholiq semata. Sedangkan pekerjaan yang lain itu pada hakikatnya hanyalah sebagai sarana atau perantara (wasilah) saja. Misalnya kita bekerja sebagai sopir itu adalah wasilah untuk mendapatkan rezeki dari Allah swt. Dan kala itu rezeki didapat dari pembayaran penumpang yang diantarkan oleh seorang sopir. Demikian juga seorang yang bekerja sebagai dokter, dia akan mendapat rezeki adalah karena bayaran yang didapat dari pasien. Tanpa mengobati pasien, dia tidak akan dapat rezeki. Dan begitu seterusnya. Setiap profesi akan membawa dampak rezeki.

Begitulah sikap seorang muslim yang menyadari bahwa hidup ini butuh orang lain sebagai wasilah datangnya rezeki. Tapi jangan lupa rezeki yang diperoleh dari orang lain itu adalah karena digerakkan oleh Allah swt. Maka dalam situasi apapun manusia tidak lepas dari wasilah (perantara) Termasuk orang yang sakit juga butuh pertolongan dari Allah swt, tapi lewat perantara dokter atau tabib, yang mengobatinya sehingga diperoleh kesembuhan.

Oleh karena itu jika ingin sehat dan terhindar dari penyakit juga harus berikhtiar melalui ahlinya, yaitu seorang dokter. Maka menurut Syekh Az-Zarnuji, “bahwa nasehat dokter tak kan ada manfa’atnya, jika tidak dipatuhi nasehatnya.” Jangan sampai bersikap meniadakan dokter (untuk tempat berobat mencari kesembuhan). Janganlah bersikap bahwa kita tidak butuh dokter, karena semua penyakit akan disembuhkan oleh Allah swt. Hal ini perlu ditegaskan bahwa Allah swt akan mendatangkan obat, tidak serta merta obat itu jatuh dari langit tanpa sebab.

Seorang muslim yang baik selalu bersikap seimbang antara tergantung pada Tuhan Allah swt dan tergantung pada sebab diperolehnya sesuatu. Maka pahamilah bahwa pernyataan Rasulullah saw, Jika kamu meminta, maka mintalah kepada Allah swt dan jika kamu minta tolong, maka mintalah pertolongan kepada Allah swt. Oleh karena itu di sa’at-saat sulit adanya penyakit yang sudah pandemik (covid-19/ Corona) yang sangat ganas ini. Mari kita minta pertolongan kepada dokter, kita patuhi nasehat dokter. Tapi juga kita patuhi perintah Allah swt. Di satu sisi kita ikhtiar agar terhindar dari penyakit secara medis, tapi juga jangan sampai meninggalkan Alah swt. Wasta’iinuu bis shabri was-shalaah, dan minta tolonglah dengan sabar dan shalat. Artinya mencari pertolongan tidak boleh melupakan Allah swt. Selalu disertai sabar menjalani perintah dan menjauhi larangan, dan dengan shalat, artinya kita harus tetap bermunajat kepada Allah swt.

Barangkali Allah swt mengirim wabah penyakit ini adalah merupakan jalan penyadaran manusia agar kembali berjalan di jalan Allah swt. Jangan-jangan selama ini kita sudah banyak yang melupakan nasehat-nasehat Agama. Terlalu fokus pada usaha duniawi. Jadikanlah kondisi serangan armada Covid-19 ini sebagai sinyal agar kita tidak lagi meninggalkan Allah swt. Sekian. Semoga bermanfa’at. (*)

You may also read!

PSHT bantu tenaga medis

PSHT Depok Berbagi Jamu dengan Tenaga Medis

PEDULI : Keluarga Besar PSHT barikan bantuan kepada tim medis di RS Brimob, Sabtu (18/04).

Read More...
BLT di negeri jepang

Di Jepang, Tiap Warga Dapat Rp14,5 Juta Hadapi Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Pemerintah Jepang tengah serius untuk mengentaskan penyebaran virus Korona. negara dibawah kepemimpinan Perdana

Read More...
APD kreasi dari UI

UI Kembangkan APD Respirator

DIKEMBANGKAN : Tim ahli dan peneliti Universitas Indonesia mengembangkan prototype Alat Pelindung Diri (APD), dalam

Read More...

Mobile Sliding Menu