Beranda Utama Jelang PSBB Penumpang KRL Numpuk

Jelang PSBB Penumpang KRL Numpuk

0
toko emas dirampok
MENGULAR : Atrean penumpang KRL Commuterline di Stasiun Depok Lama, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Senin (13/04). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menjelang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Depok, pada Rabu (15/04) ratusan penumpang KRL Commuterline terlihat menumpuk di pintu masuk stasiun Depok, Senin (13/04) pagi. Tampak setiap penumpang yang antre diperiksa satu persatu suhu tubuhnya.

Hal itu diduga karena masih banyak warga Kota Depok yang masih bekerja di sejumlah perusahaan di DKI Jakarta, dan menggunakan KRL sebagai moda transportasi. Diprediksi, bila belum ada penghentian aktivitas kerja oleh pemerintah pusat maka penumpukan disejumlah stasiun akan tetap terjadi.

Warga Kelurahan Depok, Saiful Hidayat mengatakan, antrean panjang saat memasuki Stasiun Depok dikarenakan masih banyak masyarakat yang bekerja di DKI Jakarta menggunakan KRL Commuterline. Namun, dikarenakan petugas keamanan stasiun melakukan pemeriksaan suhu tubuh, menyebabkan terjadi antrean.

“Lumayan juga antrean dan jaraknya berdekatan,” ujar Saiful Hidayat kepada Radar Depok, Senin (13/04).

Keluhan juga disampaikan pengguna KRL Commuterline lainnya, Risa Puspita. Perempuan yang bekerja di wilayah Tebet tersebut mengungkapkan, dikarena ada pembatasan jarak di dalam gerbong kereta, membuat Risa harus sabar menunggu kereta lainnya.

Menurutnya, apabila penumpang terlihat meningkat, pemberlakuan PSBB tidak dihiraukan pengguna kereta. Hal itu membuat dia merasa khawatir akan penularan Covid-19. “Kalau penuh, jarak antar penumpang sudah tidak dihiraukan penumpang lain,” ucap Risa.

Terpisah, Manager External Relations PT KCI Adli Hakim mengatakan, kepadatan penumpang pada Senin (13/04) terjadi di beberapa stasiun di antaranya Bogor, Cilebut, Bojonggede, Citayam dan Depok. Hal itu dikarenakan masyarakat yang beraktifitas masih menggunakan moda transportasi KRL.

Adli Hakim mengungkapkan, PT KCI telah mengerahkan lebih dari 4.000 petugas pelayanan dan pengamanan yang dibantu anggota marinir. Petugas telah ditempatkan di 80 stasiun KRL mengedukasi kepada pengguna KRL karena telah dilakukan pembatasan jumlah penumpang di dalam kereta.

“Bahkan pembatasan jam operasional dilakukan sejak pukul 06:00 hingga 18:00 WIB, dengan jumlah penumpang maksimal 60 orang per gerbong kereta,” terang Adli.

Pembatasan tersebut, sambung Adli Hakim mengikuti pemberlakuan PSBB di DKI Jakarta yang telah dilakukan sejak Jumat (10/04). Kebijakan tersebut ditujukan untuk mencegah penyebaran dan memutus mata rantai penularan Covid-19 yang jumlah kasusnya masih bertambah.

“Kami meminta masyarakat dapat mematuhi peraturan dan mengikuti kebijakan yang telah diberlakukan,” tutup Adli Hakim. (rd/dic)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto : (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya