Beranda Satelit Depok Kisah Pebisnis Mukena  Isti Haroh di Tengah Covid-19 : Dari Diskon hingga Peduli Tenaga Medis

Kisah Pebisnis Mukena  Isti Haroh di Tengah Covid-19 : Dari Diskon hingga Peduli Tenaga Medis

0
Kisah Pebisnis Mukena  Isti Haroh di Tengah Covid-19 : Dari Diskon hingga Peduli Tenaga Medis
SUKSES : Isti Haroh, owner mukena yang peduli covid-19. FOTO : ISTIMEWA
mukena isti haroh
SUKSES : Isti Haroh, owner mukena yang peduli covid-19. FOTO : ISTIMEWA

 

Isti Haroh merupaka wanita yang terjun ke bisnis pembuat mukena, menjelang Ramadan ia memang selalu kebanjiran pesanan. Namun, di tengah pandemi Covid-19 ini, penjualannya sedikit menurun, tetapi dirinyanya tidak sedikitpun merasa sedih, justru sebagian dari hasil penjualan akan disumbangkan kepada tenaga medis dan masyarakat yang terdampak.

Laporan : Lutviatul Fauziah

RADARDEPOK.COM – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, membuat masyarakat banyak membeli kebutuhan sehari-hari termasuk kebutuhan beribadah, seperti mukena.

Dengan demikian membuat penjual mukena bernama Isti Haroh kebanjiran orderan setiap memasuki bulan suci umat Islam.

Dirinya mulai memproduksi dan memasarkan mukena buatannya sejak 2017, walaupun terbilang baru namun dirinya berupaya dengan maksimal dan kualitasnya bisa bersaing dengan yang sudah lebih lama.

“Hari-hari biasa juga banyak yang order, tetapi memang kalau menjelang Ramadan dan Idul Fitri itu lebih banyak,” ucapnya saat dihubungi Radar Depok.

Dirinya memproduksi sendiri dengan dibantu oleh tiga orang karyawan nya. Mulai dari pemilihan bahan, motif, menjahit dan memasarkan dirinya juga turun tangan membantu karyawannya.

Ia pun sangat beryukur dengan usaha yang dijalaninya saat ini, yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sejak 2017.

“Namun, sepertinya untuk tahun ini penjualan menurun karena adanya pandemi jadi sepertinya masyarakat lebih memilih membeli kebutuhan pokok sehari-hari,” tuturnya.

Namun dirinya, dirinya memberikan penawaran khusus ditengah masa pandemi Covid-19 ini. Wanita berhijab ini, memberikan diskon 10 hingga 30 persen untuk para pembeli.

“Ini salah satu upaya kita untuk membantu masyarakat, sehingga masyarakat tetap bisa melalukan ibadah dengan mukena yang baru tetapi dengan harga yang terjangkau,” tuturnya.

Selain itu juga, sebagian hasil penjualannya akan disumbangkan kepada tenaga medis yang berjuang sebagai garda terdepan dalam penanggulangan Covid-19 dan masyarakat yang terdampak.

Walaupun penjualan sedang menurun, namun baginya berbagi kepada sesama itu dapat melancarkan rejeki. Apalagi saat ini memang banyak masyarakat kesulitan ekonomi. (*)

 

Editor : Pebri Mulya